Gelisah, mual, muntah di kehamilan delapan minggu

FD Info Penanya: FD, Wanita, 26 Tahun
Pagi Dokter,Dok, makanan pengganti apa yang sebaiknya dikonsumsi saat nasi dan air putih membuat saya mual dan muntah? Lalu saya harus bagaimana agar tidak merasa gelisah? Saat ini usia kehamilan saya berjalan 8 minggu dan saya mengalami mual yang sangat membuat saya tidak nyaman. Saya jadi tidak bisa mengkonsumsi nasi dan air putih karena setelahnya pasti dimuntahkan kembali. Saya juga jadi susah tidur karena gelisah dan merasa ada yang lain di badan saya. Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Ibu FD,

Selamat atas kehamilannya ya Bu, semoga lancar sampai tiba waktunya melahirkan nanti.

Mual dan muntah pada trimester pertama kehamilan adalah umum terjadi pada wanita hamil, akibat pengaruh kadar hormon dalam tubuh yang juga mempengaruhi secara psikis. Kekagetan dan rasa gelisah akibat perubahan yang terjadi pada bentuk tubuh memerlukan waktu untuk penyesuaian. Hal ini dapat diatasi bila Ibu mendapat dukungan moril dari suami dan keluarga disekitar yang menyayangi Ibu. Seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan dukungan dari pasangan, maka Ibu akan dapat menikmati kehamilan ini.

Kondisi kehamilan memacu produksi asam lambung melebihi keadaan normal, juga akibat pengaruh hormon saat kehamilan. Hal ini sering kali menyebabkan Ibu hamil menjadi sering mual terutama di pagi hari.

Untuk itu diperlukan pengaturan waktu makan menjadi lebih sering namun dengan porsi yang lebih sedikit. Bila dalam keadaan tidak hamil makan cukup 3 kali sehari, maka dalam keadaan hamil, menjadi 5 kali sehari yaitu ;

  1. Makan Pagi (sarapan)
  2. Selingan pagi (potongan buah segar dan kue)
  3. Makan siang
  4. Selingan sore (Jus buah / sayur dan kue)
  5. Makan Malam

Makanan sehat dan bergizi yang memenuhi kebutuhan Ibu hamil dapat diperoleh dari bahan makanan sebagai berikut :

1. Asam Folat (Folic Acid) diperlukan untuk perkembangan bayi normal dan untuk mencegah bayi menderita kelainan bawaan pada tulang belakang (Spina Bifida)

Asam Folat dapat diperolah dari bahan makanan seperti Kembang kol, Brokoli, jagung, kol, wortel, kacang kedelai, alpukat, jeruk dan gandum.

Atau dapat diperoleh dengan mengkonsumsi Suplemen Asam Folat, konsultasikan lebih lanjut dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan saat Ibu melakukan kunjungan rutin bulanan.

2. Karbohidrat, dapat diperoleh dari nasi, mie, gandum, kentang dan roti

3. Buah dan sayuran segar

4. Protein dari ayam, ikan, daging sapi, tempe dan tahu

5. Susu dan produk susu seperti keju, yogurt, coklat dan es krim.

6. Minum air putih minimal 2 Liter sehari, berguna untuk mencegah dehidrasi dan membantu metabolisme tubuh.

Selain itu terdapat makanan yang harus dihindari oleh Ibu hamil yaitu :

  1. Minuman alkohol
  2. Makanan mentah seperti telur mentah, daging mentah, ikan mentah dan semua makanan yang mengandung daging dan telur mentah. Karena dalam makanan mentah hidup kuman dan bakteri seperti Salmonela, Toksoplasama dan E Coli yang dapat menyebabkan penyakit infeksi dan keguguran.
  3. Makanan laut seperti kerang hijau yang diduga mengandung kadar merkuri tinggi, dapat menyebabkan cacat pada bayi.

Untuk mencegah mual yang berlebih, Ibu dapat mencoba minuman hangat dari jahe seperti wedang jahe dan permen jahe. Namun bila kondisi mual dan muntah hebat sampai mengakibatkan ibu lemah dan tidak ada makanan yang dapat dimakan, sebaiknya segera hubungi Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan terdekat.

Kontrol rutin setiap sebulan sekali, ke Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan sangat dianjurkan. Hal ini untuk menilai perkembangan bayi dan kondisi Ibu, juga untuk mencegah dan menemukan kelainan pertumbuhan bayi dan penyakit bawaan sejak dini. Sehingga Dokter dapat mempersiapkan kelahiran bayi yang sehat.

Saat kontrol rutin, umumnya Dokter akan melakukan pemeriksaan USG pada bayi sehingga kondisi bayi dalam kandungan dapat dilihat dan dipelajari. Dokter juga akan memberikan Resep Multivitamin bila diperlukan, untuk mendukung perkembangan bayi.

Perlu di ingat bahwa Ibu hamil juga sebaiknya berolahraga ringan seperti jalan kaki, disesuaikan dengan kondisi kehamilannya. Kenaikan Berat Badan sebaiknya dikontrol dan tidak lebih dari 2 kg dalam sebulan.

Salam Sehat

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Posisi Plasenta yang tidak pada tempatnya dapat membahayakan nyawa Anda dan janin

Waspadalah, Kelainan Posisi Plasenta Ini Bisa Bahayakan Nyawa Anda!

Kelainan posisi plasenta pada saat kehamilan, seperti plasenta previa, dapat membahayakan nyawa Anda dan janin. Kondisi ini, plasenta menempel di dinding rahim bagian bawah. Akibatnya, leher rahim yang merupakan jalan lahir pun akan tertutup.