Gejala haid terlalu cepat, kencing berdarah dan darah keluar setelah berhubungan. Apakah ada hubungannya?

IB Info Penanya: IB, Wanita, 2019 Tahun
Dok saya mau tanya, saya haid terlalu cepat dari biasanya, saya kira darah yang keluar adalah flek kehamilan tapi ternyata darah yg keluar lebih banyak dan lebih dari 3 hari,Sebelumnya saya mengalami BAK darah, hari berikutnya saya haid.Dan kemarin hari ke 4 darah sudah tidak keluar lagi, atau cuma flek kecoklatan, tadi saya sempat berhubungan denhan suami saya, tapi tiba1 ada darah lagi yang keluar.Ini bagaimana ya dok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, IB

Terimakasih telah mengajukan pertanyaan di SehatQ.

Menstruasi terlalu cepat bisa saja masih varian normal karena menstruasi memang bisa telat atau cepat beberapa hari. Yang abnormal bila telat atau terlalu cepat lebih dari satu minggu.

Lama menstruasi lebih dari 3 hari belum tentu tidak normal. Karena haid juga bisa berlangsung sampai satu minggu, dikarenakan faktor stres, fisik lelah atau penggunaan kontrasepsi. Diatas satu minggu baru menjadi perhatian khusus.

Kencing mengandung darah bila masih menstruasi juga termasuk wajar karena saluran kencing dan vagina memiliki pintu yang berdekatan. Tapi bila sesudah selesai menstruasi masih kencing berdarah maka anda perlu diperiksa dengan dokter.

Begitu juga setelah anda baru selesai haid dan berhubungan seksual. Ada kemungkinan darah yang masih tersisa di rahim jadi terpancing keluar pengaruh rangsangan pada vagina dan pintu rahim sehingga mengakibatkan kontraksi dan mengeluarkan darah sisa.

Semoga penjelasan saya bermanfaat.

Salam Sehat,

dr. Andre Zaini 

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
Dibalas oleh IB
03 Aug 2019, 23:45
Terima kasih dok penjelasanya,

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Obat pelancar haid biasanya diresepkan dokter untuk wanita yang siklus haidnya tidak teratur dan menggangu kesuburan

Obat Pelancar Haid Ketika Siklus Datang Tak Teratur

Siklus menstruasi sering kali tidak teratur dan berantakan. Untuk mengatasinya, dokter biasanya akan meresepkan obat pelancar haid. Namun, pemberian obat pelancar haid hanya dilakukan apabila siklus haid mengganggu kesuburan.