Flek Paru, efek samping obat TB Paru untuk anak

FI Info Penanya: FI, Wanita, 28 Tahun
Assalammualaikum,Malam Dok, anak saya berusia 4 tahun divonis dokter terkena flek paru setelah hasil rontgen dan pemeriksaan laboratorium dinyatakan positif . Awalnya saya setuju dengan diagnosa dokter karena memang kakeknya pun terkena infeksi paru saya berpikir memang ada kemungkinan tertular. Namun setelah 3 bulan berjalan pngobatan saya merasa khwatir dengan efek samping yang akan terjadi dari obat tersebut karena saya dengar dari teman katanya kalau obat TB itu dapat merusak fungsi hati. Apakah benar seperti itu dan kalau seandainya saya menghentikan pengobatan untuk anak saya apa dampak yang akan terjadi, Dok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore Ibu FI,

Flek Paru – Paru atau TBC adalah suatu penyakit infeksi yang menular dan disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberkulosis). Penyakit TB dapat diderita oleh siapa saja, orang dewasa atau anak-anak dan dapat mengenai seluruh organ tubuh manapun, walaupun yang terbanyak adalah organ paru. Umumnya penyakit ini pada anak disebabkan karena penularan dari orang dewasa, disekitar anak.

Bila Ibu ragu dengan Diagnosa saat ini, Ibu berhak untuk mengunjungi Dokter Spesialis Paru atau Dokter Spesialis Anak, untuk melakukan pemeriksaan pembanding atau second opinion.

Berdasarkan pada hasil pemeriksan dan skoring untuk penegakkan diagnosa TB Anak, maka bila skor sama atau lebih dari 6 maka anak diwajibkan menjalani pengobatan TB dengan OAT (Obat Anti Tuberkulosa) dengan waktu 2 bulan. Setelah itu anak wajib dilakukan observasi dan pemeriksaan termasuk pemeriksaan fungsi hati. Pengobatan dengan OAT untuk anak adalah dalam waktu 6 sampai 12 bulan tergantung dari berat ringannya penyakit.

Bila pada waktu kunjungan untuk pemeriksaan didapatkan gangguan fungsi hati akibat OAT yang diminum, maka Dokter akan melakukan penggantian OAT, menyesuaikan dosis atau mengganti kombinasi  jenis OAT yang diberikan.

Pengobatan memang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi hati karena obat dimetabolisme di hati, oleh sebab itu diperlukan kontrol ketat oleh Dokter.

Bila pengobatan dihentikan tanpa instruksi Dokter, maka akan timbul komplikasi yang lebih berbahaya untuk si anak seperti penyebaran TB ke organ lain sampai ke otak dan menyebabkan meningitis TB yang dapat mengancam nyawa anak dan TB Milier.

Komplikasi lain akibat terhentinya obat adalah kuman TB menjadi resisten terhadap OAT sehingga kuman menjadi lebih ganas dan sulit untuk diobati.

Sebagai informasi saat ini kematian akibat TB pada anak masih menduduki posisi tertinggi sehingga diperlukan kerjasama dari berbagai pihak termasuk orang tua dengan para Pekerja Medis.

Adalah lebih bijaksana untuk melanjutkan pengobatan untuk anak Ibu, sampai sembuh sempurna. Obati juga orang dewasa yang dianggap sebagai penyebab infeksi karena dapat menular kepada orang lain disekitarnya. Pengobatan TBC saat ini dapat diterima dengan gratis di Puskesmas dan Klinik Khusus Penyakit Paru milik Pemerintah, sehingga seharusnya tidak menjadi beban secara financial.

Selalu utamakan kesehatan dan keselamatan anak yang merupakan tanggung jawab penuh dari orang tua.

Salam Sehat

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Pada umumnya, demam pada anak tidak berbahaya

Tips Menurunkan Demam pada Anak

Demam merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak. Umumnya, demam pada anak tidak berbahaya dan akan hilang dalam beberapa hari. Anda dapat melakukan beberapa tips berikut untuk menurunkan demam pada anak di rumah. Jika demam terjadi lebih dari tiga hari dan disertai gejala lain, segera bawa anak Anda ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.