Feces Tidak Biasa, Mengapa?

FZ Info Penanya: FZ, Wanita, 33 Tahun
Dear Dokter,Sudah dua bulan ini BAB saya bentuk dari feses tidak utuh/tidak biasa, dalam arti tidak panjang dan seperti pisang, tapi bukan mencret. Feses hancur. Apakah hal ini berbahaya? Terima kasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Ibu FZ,

Tinja dalam keadaan normal terdiri dari air sebanyak 75%, sisanya adalah bahan-bahan padat yang terdiri atas 30% bakteri mati, lemak ( 10-20%) bahan anorganik (10-20%), protein (2-3%), dan serat makanan yang tidak tercerna serta unsur – unsur dari getah pencernaan, seperti pigmen empedu dan sel-sel yang  terlepas.

Makanan dan minuman yang dikonsumsi, obat yang diminum, dan kondisi medis seseorang sangat berpengaruh terhadap tampilan feces, berupa warna dan bentuk feces. Pada awalnya organ hati akan memproduksi cairan empedu dan menyimpannya di dalam kantong empedu. Untuk kemudian kantong empedu akan mengeluarkan cairan ke dalam usus kecil untuk membantu proses pencernaan. Cairan empedu inilah yang memberikan warna khas pada feses.

Dibawah ini adalah panduan sederhana untuk melihat penyakit dari warna feces yang terlihat :

  1. Feces berwarna merah atau hitam, artinya mengandung darah bisa karena minum obat atau perdarahan saluran pencernaan
  2. Feces berwarna pucat atau putih, artinya ada infeksi di hati atau gangguan di kantong empedu
  3. Feces berwarna hijau atau biru, karena makanan mengandung banyak serat sayuran atau makanan berwarna hijau / biru
  4. Feces Merah atau orange, karena makanan seperti wortel dan buah bit.

Perlu diperhatikan bila setelah makanan atau minuman yang dicurigai mempengaruhi warna feces sudah dihentikan tapi warna feces tidak berubah maka sebaiknya segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam (SpPD) untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Berdasarkan penampakannya feces dapat dikelompokan, menjadi enam kelompok, yaitu : feces bola keras, feces keras, feces normal seperti pisang, feces lunak seperti pasta, feces muddy seperti lumpur, serta feces berair. Pada umumnya feces normal mengandung air sebanyak 70 sampai 80%, dan memiliki bentuk seperti pisang, berekor, atau berupa pasta.

Bila kadar air feces melewati 80%, fecesnya akan menjadi lunak dan muddy, dan dengan kadar air 90% fecesnya sudah nampak berair, yang dinamai feces diare. Makanan yang banyak mengandung serat, dan banyaknya cairan yang diminum serta frekwensi BAB mempengaruhi bentuk feces.

Selama tidak ada keluhan tambahan lainnya maka kondisi bentuk feces saat ini hal ini tidak perlu dicemaskan, karena bentuk feces, warna dan frekwensi BAB sifatnya sangat individual tidak sama untuk semua orang.

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Kontaminasi bakteri pada makanan atau minuman bisa menyebabkan diare pada anak

Cara Cepat Menangani Diare pada Anak dan Pencegahannya

dr. Wiendra menyatakan bahwa diare berada di urutan ketiga yang menyebabkan kematian pada anak setelah tuberkulosis dan penyakit hati. Diare sebenarnya merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan bakteri-bakteri dari dalam tubuh yang menyebabkan feses menjadi cair (mencret).