Eksim pada kedua belakang lutut, bagaimana mengatasinya?

AS Info Penanya: AS, Pria, 23 Tahun
halo dok, belakang lutut saya dua duanya terkena eksim basah, itu disebabkan karena apa ya dok? dan juga pengobatan nya harus bagaimana? terus cara mengatasinya supaya tidak terkena lagi bagaimana?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang AS,

Eksim adalah peradangan kulit yang bisa menahun. Apabila peradangan kulit terkontaminasi bakteri bisa memicu infeksi yang sering kali dikenal dengan eksim basah.

Untuk itu perlu memperhatikan apa yang memicu timbulnya peradangan pada kulit seperti:

  • Paparan debu, asap rokok, bulu binatang, serbuk tumbuhan
  • Paparan bahan kimia termasuk detergen dan sabun
  • Paparan produk perawatan kulit
  • Stres
  • Paparan bahan pakaian tertentu
  • Makanan dan minuman tertentu
  • Perubahan hormonal
  • Infeksi kulit lain

Untuk mengatasi eksim basah sendiri yang utama adalah mengatasi dulu infeksinya. Dalam hal ini perlu pemeriksaan dan resep dokter terlebih jika infeksi sudah cukup lama dan dalam karena perlu pemberian antibiotik baik obat minum ataupun salep.

Sementara bisa jaga luka agar tetap kering dan bersih, hindari menggaruk dan memberikan sembarang salep karena bisa memperberat kondisi infeksi. Bisa konsumsi obat pereda nyeri dan gatal seperti obat antihistamin dan obat parasetamol apabila nyeri. 

Hindari pemicu gejala dan gunakan pelembap kulit agar tidak mudah gatal dan nyeri akibat eksim yang timbul. Segera periksakan pada dokter terdekat dan gunakan masker apabila memeriksakan diri agar diberikan penanganan lebih lanjut. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P.

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Obat salep antiinflamasi nonsteroid, kortikosteroid, antibakteri, tacrolimus dapat membantu mengurangi gatal dan kemerahan akibat peradangan kulit

Pilih Jenis Salep Eksim yang Tepat untuk Atasi Gangguan di Kulit

Eksim adalah peradangan kulit berupa gatal, kemerahan, dan pecah-pecah. Kondisi ini dapat diobati dengan salep antiinflamasi nonsteroid atau kortikosteroid yang diresepkan oleh dokter.