Efek samping tidak melakukan imunisasi pada anak

DR Info Penanya: DR, Pria, 33 Tahun
Dok, adakah efek terhadap anak yang imunisasinya tidak lengkap? Apakah anak akan mudah terserang penyakit dikarenakan tidak lengkapnya imunisasi? Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Yth Bapak DR,

Pemberian imunisasi wajib dan imunisasi yang disarankan untuk anak balita, kemudian di ikuti dengan pengulangan imunisasi tersebut adalah tindakan bermanfaat untuk pencegahan terhadap wabah penyakit, sakit berat bahkan kematian pada bayi dan anak akibat suatu penyakit.

Imunisasi adalah tindakan memasukan kuman yang telah dilemahkan ke dalam tubuh supaya tubuh mengenal kuman tsb dan membentuk antibody terhadap kuman dimaksud.

Imunisasi bukan jaminan si anak tidak akan menderita penyakit tertentu, tapi merupakan jaminan bila terjadi wabah dan si anak terkena, maka dampak penyakit tersebut terhadap anak tidak sampai  menyebabkan sakit berat dan kematian. Hal ini karena daya tahan tubuh anak lebih baik, juga karena dalam tubuh anak telah terbentuk antibody terhadap penyakit tsb maka tubuh anak dapat melindungi diri dan memerangi kuman penyakit tsb.

Adalah tindakan bijaksana bila orangtua membekali anaknya dengan imunisasi.

Sesuai dengan Program dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) maka ada 5 Imunisasi Dasar yang wajib diberikan untuk Bayi dan Balita di Indonesia dan jadwalnya adalah sbb :

  • Waktu Lahir berikan Imunisasi Hepatitis B (1)
  • Umur bayi 1 Bulan berikan Imunisasi Hepatitis B (2)
  • Umur bayi 2 Bulan berikan Imunisasi Polio (1) DPT (1)
  • Umur bayi 2-3 Bulan berikan Imunisasi BCG (1)
  • Umur Bayi 4 Bulan berikan Imunisasi Polio (2) DPT (2)
  • Umur bayi 6 Bulan berikan Imunisasi Hepatitis B (3) Polio (3) DPT (3)
  • Umur bayi 9 Bulan berikan Imunisasi Campak (1)

Juga terdapat jenis Imunisasi yang dianjurkan  dan jadwalnya yaitu :

  • Haemophilus Influenza Tipe B (HIB). Diberikan 4x, di usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan booster usia 15-18 bulan
  • Pneumokokus (PCV). Diberikan 4x, di usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan 12-15 bulan
  • Influenza. Diberikan 1x setiap tahun dan dimulai saat usia >6 bulan
  • Mump-Measle-Rubella (MMR). Diberikan 2x, di usia 15 bulan dan 6 tahun
  • Tifoid. Diberikan 1x setiap 3 tahun dan dimulai saat usia 2 tahun
  • Hepatitis A. Diberikan 2x, interval 6 bulan - 12 bulan, dimulai saat usia 2 tahun
  • Varisela (Cacar air). Diberikan 1x, saat usia 5 tahun

 

Bila saat ini ada imunisasi yang terlewat atau belum diberikan, Bapak dapat mengunjungi Dokter Spesialis Anak terdekat untuk melakukan konsultasi lebih lanjut.

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Tetanus neonatorum sering terjadi di negara berkembang akibat persalinan yang kurang steril.

Apa Saja Gejala Tetanus pada Bayi?

Tetanus pada bayi umumnya terjadi akibat proses persalinan yang kurang steril dan ibu yang tidak mendapat vaksin tetanus saat proses kehamilan. Toksin bakteri tetanus banyak ditemukan di tanah dan dapat bertahan selama kurang lebih 40 tahun. Upaya pencegahan yang disarankan adalah pemberian vaksin tetanus pertama saat bayi berusia 6 minggu. Kenali gejala-gejala tetanus sebagai antisipasi.