Efek Obat TBC Pada Nafsu Makan

BW Info Penanya: BW, Pria, 18 Tahun
Selamat siang Dokter,Saya mau bertanya, adik saya mempunyai sakit TBC dan setiap dia minum obat yang berwarna merah itu selalu berefek pada nafsu makan dan mual. Sudah dua kali ini dia mengalami opname. Yang pertama dulu setelah minum obat tersebut selama 10 hari badannya langsung turun drastis dan kata Dokter, livernya terkena infeksi. Yang baru ini juga sama setelah minum obat yang sama dengan dosis yang lebih rendah selama 4 hari mendapatkan efek yang sama dengan sebelumnya namun sekarang terkena lambungnya. Katanya setelah mengkonsumsi obat itu nafsu makannya hilang dan setiap perutnya kemasukan makanan atau minuman selalu muntah. Saya ingin tau dokter apakah ada pengobatannya lainnya untuk TBC adik saya? Terima kasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Yth Bapak BW,

Tentunya adik Bapak akan bangga memiliki kakak yang sangat memperhatikan kesehatan adiknya.

Dari surat Bapak, obat merah (Paket Kombipak, yang dapat diperoleh gratis di Puskesmas) yang diminum oleh adik memang untuk sebagian orang dapat menimbulkan efek samping seperti mual muntah, hilang nafsu makan dan gangguan hati. Efek samping ini dapat diatasi dengan :

  • Minum obat TBC sebelum tidur pada malam hari
  • Minum obat anti mual muntah (minta dari dokter yang merawat)
  • Minum vitamin penambah nafsu makan
  • Untuk gangguan hati, harus dipastikaan dengan periksa kadar enzim hati bila mengalami peningkatan maka dapat diobati dengan minum ekstrak kurkuma, ekstrak kunyit atau tablet kurkuma yang dapat dibeli bebas.

Bila langkah-langkah diatas telah dilakukan namun gejala efek samping tidak berkurang, maka konsultasikan dengan dokter untuk menukar OAT (Obat Anti Tuberkulosa) dengan obat lain.

Semua OAT dapat menyebabkan gejala mual muntah, hilang nafsu makan dan gangguan hati, namun yang paling sering adalah karena Pirasinamit. Obat ini dapat digantikan dengan Streptomicin injeksi. Dokter akan mempertimbangkan untuk menggantikan Kombipak (paket obat merah) dengan OAT secara sendiri -sendiri. Belilah OAT ini dalam bentuk generik sehingga harganya lebih ekonomis, apalagi akan diperlukan pengobatan dalam waktu lama.

Harus diingat bahwa walaupun ada efek samping dari OAT, efek samping akan ditangani namun pengobatan harus tetap dilanjutkan.

Teruslah dukung adik untuk berobat sampai sembuh dari penyakit TB Paru yang dialami, jangan berputus asa dan menghentikan pengobatan hanya karena efek samping yang timbul akibat obat-obat anti tuberkulosis yang diminum. Selalu ada cara untuk mengatasi efek samping ini.

Penyakit TBC adalah penyakit infeksi yang sudah ada obatnya, karena kuman TBC yang kuat maka pengobatan dengan OAT juga memerlukan waktu yang lama bahkan sampai satu tahun. Jangan pernah berhenti minum obat sebelum 9 bulan atau satu tahun, sampai dokter menyatakan sembuh.

TBC merupakan penyakit  infeksi yang sudah ditemukan obatnya dan disediakan gratis oleh pemerintah namun masih tercatat  dalam tiga penyakit terbanyak membunuh manusia di Indonesia disamping malaria dan AIDS. Oleh sebab itu kita harus mendukung keluarga, kenalan, teman dan lingkungan kita untuk memerangi Indonesia dari TBC. Dukungan dapat diberikan dengan mencari informasi dan mengingatkan pasien untuk terus minum obat dan tidak putus berobat. Putus berobat sebelum sembuh dapat menyebabkan kuman menjadi kebal dan komplikasi penyakit yang berat, sampai kematian yang sia-sia.

Konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (SpPD) atau Dokter Spesialis Paru (SpP) lebih lanjut.

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Tuberkulosis atau TBC termasuk penyakit yang bisa disembuhkan apabila diobati secara tuntas

Kabar Baik! Penderita Flek Paru-Paru Bisa Sembuh Total

Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Kabar baiknya, TB bisa disembuhkan dengan total. Biasanya dokter meresepkan antibiotik selama 6-9 bulan.