Dermatitis Atopik dan Pecegahannya

GS Info Penanya: GS, Pria, 32 Tahun
Sore dokter, saya memiliki anak yang mengalami sakit gatal-gatal, setelah saya bawa ke dokter, ternyata anak saya mengidap dermatitis atropik atau alergi protein. Dokter memberi anak saya obat dan salep, penyakitnya sempat sembuh meskipun masih ada bekas-bekas luka di kakinya. Hanya saja, setelah satu sampai dua bulan kemudian, anak saya kembali mengalami gatal-gatal. Apakah sebenarnya anak saya bisa sembuh seutuhnya atau penyakit ini permanen? Dan saya juga ingin penjelasan lebih lanjut mengenai dermatitis atropik, sebenarnya penyakit apakah itu dan apa pencegahannya? Terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Yth Bapak GS,

Dermatitis Atopik (DA) atau juga dikenal dengan nama Neurodermatitis Diseminata adalah suatu bentuk penyakit hipersensivitas kulit yang sifatnya bawaan atau menurun. Penderita umumnya memiliki keluarga lain yang juga menderita alergi seperti Rinitis Alergika, Asma Bronkial dan alergi terhadap protein lainnya.

Dermatitis Atopik (DA), terdiri dari 3 bentuk yaitu bentuk bayi (usia 2 bulan sampai 2 tahun), bentuk anak (usi 3 tahun sampai 10 tahun) dan bentuk dewasa (usia 13 tahun sampai 30 tahun). Umumnya bila anak sekarang menderita DA maka waktu bayinya juga terdapat bentuk bayi yang oleh orang awam sering disebut sebagai Exema air susu.

Dermatitis Atopik (DA) termasuk penyakit menahun dan sering kambuh, namun sejalan sengan bertambahnya usia,  penyakit menjadi lebih ringan dan pada banyak kasus (sampai 70%) akan sembuh sempurna pada usia 30 tahun. Dengan meningkatnya usia maka alergi lewat makanan makin berkurang namun alergi lewat pernapasan makin mengingkat.

Hal – hal yang perlu diperhatikan untuk Penderita Dermatitis Atopik (DA) adalah :

  • Karena rasa gatal yang sangat, sebaiknya jangan menggaruk tempat sakit, kuku harus pendek dan bersih menghindari terjadinya luka infeksi saat menggaruk dan menimbulkan bekas.
  • Mandi dengan sabun khusus yangmengandung pelembab karena umumnya Penderita memiliki kulit yang kering.
  • Pakai pelembab supaya kulit menjadi tidak kaku dan kering karena kulit kaku dan kering sering terasa gatal.
  • Pakaian dari bahan yang menyerap keringat seperti katun, pakaian tidak ketat dan sering berganti baju bila terlalu berkeringat,  karena keringat menambah rasa gatal
  • Penderita sangat rentan terhadap perubahan suhu, sebaiknya tidak mandi dengan air terlalu panas atau air dingin tapi dengan air yang sama dengan suhu ruangan
  • Kamar tidur dan lingkungan bebas debu dan bulu binatang, karena penderita umumnya alergi dengan kondisi ini.
  • Sebagian Penderita alergi terhadap makanan seperti susu sapi, terigu, telur, dan kacang-kacangan,sebaiknya dihindari.
  • Hindari stress fisik dan psikis karena sering memicu kambuhnya penyakit
  • Karena penderita umumnya memiliki imun yang rendah maka sebaiknya dijaga supaya tidak tertular penyakit virus seperti Cacar Air dan Herpes, termasuk imunisasinya.

Sebagian penderita akan berlanjut dari bayi ke anak kemudian ke dewasa, dan sebagian besar sembuh sempurna pada umur 30 tahun.

Tetaplah menghindari faktor – faktor yang dapat menjadi penyebab dan pencetus timbulnya penyakit, dengan menerapkan pola hidup sehat dan makan seimbang.

Bila kondisi tidak tertangani, maka sebaiknya segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Semoga informasi dari kami dapat membantu dan memberikan pencerahan kepada Bapak.

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Penyebab tangan gatal dan kaki gatal bisa merupakan gejala penyakit tertentu

Waspadai Jika Tangan dan Kaki Anda Sering Gatal!

Penyebab tangan dan kaki gatal dapat diakibatkan oleh penyakit-penyakit kulit, seperti alergi, psoriasis, eksim, kudis, hingga gejala diabetes.