02 Oct 2021, 21:06Psikologi

Cara mengatasi depresi setelah menjadi korban bully

MH
Info Penanya: MH0
Halo semua, saya ingin bertanya! Saya seorang pelajar saat ini saya duduk di kelas 9. Semenjak kelas 6 saya sering depresi karena dulu saya dibully, saat masuk kelas 7 saya sama sekali ga niat bersosialisasi dengan sekitar karena masih takut dibully dan karena pandemi udah 3tahun saya kebiasaan menutup diri. Sekarang saya gatau tujuan hidup saya apa, emosi saya juga gampang berubah. Kalau nilai saya dibawah KKM saya down bgt smpe mau mati. Apa yg harus saya lakukan?
111 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Lidya Hapsari
(0)
Selamat malam, M.Pelajar sering menjadi orang yang suka membully atau menjadi korban bully. Semua tindakan bully tidak boleh dilakukan walau pada awalnya hanya sekedar "bercanda". Tak jarang banyak anak yang mengalami trauma pasca dibully sehingga menimbulkan berbagai efek samping bagi kehidupannya termasuk depresi.

Bagaimana cara agar terus bangkit setelah menjadi korban bully ?

Anda seorang pelajar saat ini duduk di kelas 9. Semenjak kelas 6 Anda sering depresi karena dulu dibully. Saat masuk kelas 7 Anda sama sekali tidak bersosialisasi dengan sekitar karena masih takut dibully.Sejak pandemi sudah 3 tahun Anda menutup diri. Sekarang Anda tidak tahu tujuan hidup. Emosi Anda gampang berubah. Jika nilai Anda dibawah KKM, Anda sangat down hingga mau mati, dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :
  • PTSD karena menjadi korban bully.
  • Stress kronis.
  • Depresi.
  • Gangguan emosional.
Cara agar terus bangkit setelah menjadi korban bully yang harus Anda lakukan antara lain :
  • Perlahan mencoba bersosialisasi, membuka diri.
  • Lupakan dan maafkan kejadian bully di masa lalu.
  • Buktikan bahwa Anda dapat menjadi pribadi yang jauh lebih baik.
  • Cari teman yang baik untuk Anda.
  • Selalu berpikir positif karena tidak semua orang akan membully Anda.
Ajak orangtua ke psikiater jika Anda tetap merasa depresi dan trauma akan bully di masa lalu.Salam sehat.dr. Lidya Hapsari.  
mengatasi depresipenyebab depresipost traumatic stress disorder (PTSD)
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil