Demam disertai bengkak di bawah telinga dan mimisan

DN Info Penanya: DN, Pria, 19 Tahun
Dok sy ingin bertanya.. Anak sy umur 10 th.. Sakit bdan nya panas dan bengkak di bawah telinga nya.. Kt orng2 sih gandongen.. Dua hr kmudian suhu bdany normal tp pas pagi hari keluar darah dr hidung dan ngeludah beberapa kali ada darahny juga.. Itu gmn dok.. Pertama kali nya kejadian seperti itu. Tolong penjelasan nya dok
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat Siang, DN.

Benjolan pada bawah telinga dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti :

  • Infeksi. Infeksi bakteri dan virus dapat menyebabkan pembengkakan di wajah seperti campak dan cacar air
  • Abses. Abses berkembang ketika jaringan tubuh terinfeksi, tubuh akan mengeluarkan sel darah putih untuk melawan infeksi, sel darah putih ini mulai menumpu di lokasi yang rusak dan sebagai hasinya nanah mulai berkembang. 
  • Otitis media (infeksi telinga)
  • Limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening)
  • Kista sebaceous yaitu benjolan non kanker yang muncul di bawah kulit
  • Parotitis atau gondongan yaitu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus yang berpindah dari satu orang ke orang lain melalui air liur, pemakaian handuk, atau alat makan bersamaan

Sedangkan untuk hidung berdarah dapat disebabkan oleh :

  • Adanya benda asing yang tersangkut di hidung
  • Iritasi kimia
  • Reaksi alergi
  • Bersin berulang
  • Udara dingin
  • Infeksi saluran pernapasan atas
  • Gangguan pembekuan darah

Ketika demam tinggi, maka pembuluh darah pada hidung menjadi lebih tipis dan lebar serta mudah robek jika terdapat tekanan pada hidung 

Untuk itu hal yang dapat Anda lakukan adalah :

  • Istirahat
  • Mengonsumsi obat demam
  • Mengompres area yang bengkak dengan air es
  • Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi
  • Makanlah makanan yang lunak dan mudah dikunyah seperti sup atau yogurt
  • Menekan hidung dengan tisu atau kassa sampai pendarahan berhenti
  • Tidak disarankan meniup hidung terlalu cepat setelah mimisan karena akan memulai pendarahan lagi
  • Berisitirahat dengan posisi kepala lebih tinggi dari jantung
  • Mencoba mendorong udara keluar dari mulut Anda, bukan dari hidung Anda  

Konsultasikan ke dokter spesialis anak jika masih terdapat demam, darah pada hidung tidak berhenti lebih dari 20 menit, serta kesulitan untuk bernapas. Semoga lekas sembuh.

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Anak berusia 6 bulan-5 tahun berisiko mengalami kejang demam

Seberapa Bahaya Kejang Demam pada Anak?

Saat mengalami kejang demam, anak akan menjadi kaku, mengejang, dan matanya terbelalak. Anak juga akan mengalami gangguan pernapasan. Kondisi ini dapat terjadi pada anak berusia 6 bulan-5 tahun, meski paling sering pada anak berusia 12-18 bulan. Akan tetapi, hanya sebagian kecil anak-anak yang mengalami kejang demam.