Cuci darah melalui perut, apakah aman?

P Info Penanya: P, Wanita, 19 Tahun
Hi dok, mau tanya. Ibu saya divonis gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah. Sudah hampir setahun melakukan cuci darah. Ibu ingin mencoba terapi atau pengobatan selain cuci darah. Saya baca ada alternatif pengobatan penyakit ginjal dengan terapi continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) atau terapi cuci perut. Berbahayakan dokter, kalau ibu saya yang dulu cuci darah kemudian beralih menjadi cuci perut untuk pengobatan ginjalnya? Mohon penjelasannya dok. Terima kasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, B.

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Cuci darah adalah prosedur yang bertujuan untuk membuang limbah berupa sisa metabolisme tubuh dan cairan berlebih yang dapat membahayakan tubuh. Prosedur tersebut diperlukan terutama untuk menggantikan organ ginjal yang mengalami kegagalan fungsi. Terdapat dua metode cuci darah yang dikenal di Indonesia saat ini yakni dialisis dan continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD).

Dialisis yang umum dilakukan di rumah sakit, menggunakan teknologi mesin yang dapat mengalirkan darah dan menyaring sisa metabolisme atau zat kimia dalam darah yang tidak diperlukan dalam tubuh. Dengan kata lain, mesin tersebut merupakan ginjal buatan (hemodializer). Darah penderita dialirka dari tubuh ke hemodializer untuk disaring dan kemudian dialirkan kembali ke tubuh.

Sedangkan CAPD adalah prosedur dialisis yang dilaksanakan di dalam tubuh pasien dan dilakukan lewat perut. Cara kerjanya yaitu dengan memasangkan kateter pada rongga perut khususnya di daerah pusar melalui perosedur tindakan bedah. Kateter tersebut akan dibiarkan tetap berada di tempat tersebut sehingga pasien dapat melakukan proses dialisis di rumah, dengan mandiri atau bantuan keluarga. Cara kerjanya dengan mengalirkan cairan dialisat lewat kateter yang telah terpasang kemudian cairan tersebut akan menyerap zat dan sisa metabolisme dari aliran darah kemudian cairan tersebut dikeluarkan kembali dari tubuh.

Terkait dengan pertanyaan Anda, mengenai keamanan prosedur CAPD, pada dasarnya relatif aman karena sudah terlebih dahulu dilakukan uji untuk keamanannya, namun setiap prosedur memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pada CAPD keungggulannya adalah :
  • Pasien dapat melakukan metode tersebut dirumah 
  • Peralatan yang digunakan dapat dibawa kemanapun
  • Mungkin dapat lebih mempertahankan fungsi ginjal
  • Relatif lebih baik untuk pembuluh darah dan jantung
  • Pengaturan makanan lebih fleksibel
Sedangkan kekurangannya meliputi :
  • Risiko infeksi yang lebih tinggi
  • Risiko terjadinya peningkatan berat badan akibat cairan diasilat
  • Risiko terjadinya hernia
  • Proses dialisis dapat tidak terlalu optimal jika dibandingkan dengan dialisis di rumah sakit

Mengenai pilihan prosedur dialisis sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter Spesialis Penyakit Dalam yang menangani, agar dapat dibantu untuk menentukan pilihan dengan pertimbangan yang terbaik.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan terimakasih telah menggunakan layanan SehatQ.

Salam sehat,

dr. Rahmita Dewi

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Pielonefritis atau infeksi ginjal rentan dialami oleh perempuan karena saluran uretra yang lebih pendek sehingga bakteri mudah masuk

Pielonefritis, Infeksi Ginjal yang Membuat Buang Air Kecil Terasa Menyiksa

Pielonefritis adalah infeksi ginjal yang harus diwaspadai. Bila infeksi ginjal ini dibiarkan tanpa pengobatan, maka akan rentan menyebabkan komplikasi.