Berapa lama waktu untuk terinfeksi corona?

RM Info Penanya: RM
dok berapa lama sih jarak orang pertama kali terpapar virus corona sampai dengan timbulnya gejala?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang RM,

Masa inkubasi adalah waktu sejak pertama kali seseorang terpapar virus atau bakteri hingga munculnya gejala-gejala penyakit.

Pada infeksi corona masa inkubasi berkisar 2-14 hari. Saat ini dikenal dengan istilah carrier atau orang tanpa gejala (OTG) yaitu orang-orang yang tampaknya sehat tanpa ada gejala sedikitpun namun di dalam tubuhnya sudah mengandung virus corona dan bisa menularkan ke orang lain di sekitarnya.

Oleh karena itu, kita perlu menjaga jarak dan berusaha melakukan social distancing untuk mencegah penularan virus corona.

Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah infeksi virus corona :

  1. Rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, terutama sebelum makan, atau setelah menyentuh fasilitas-fasilitas umum.
  2. Hindari kebiasaan menyentuh bibir, hidung, dan mata.
  3. Cukup tidur dan jangan bergadang.
  4. Olahraga secara rutin.
  5. Bila Anda harus berpergian, usahakan jaga jarak 1 meter dengan orang di sekitar Anda.
  6. Makan secara teratur terutama sayur, buah, dan protein.
  7. Lakukan etika batuk atau bersin yang benar dengan cara menutup menggunakan tissue atau lengan atas baju bagian dalam. Bila Anda menggunakan tissue, segera buang tissue dan cuci tangan.

Bila ada keluhan demam, batuk, pilek lakukan karantina secara mandiri dan minum obat yang ada di rumah. Bila keluhan semakin berat atau muncul sesak, segera lakukan pemeriksaan ke dokter terdekat, dan pastikan untuk menggunakan masker.

Salam sehat,

dr. Vina

 

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Efektivitas vaksin influenza pada kekebalan tubuh pria masih perlu diteliti lebih lanjut

Vaksin Influenza Kurang Efektif pada Pria, Apa Betul?

Wanita cenderung merespon vaksin influenza lebih signifikan dibandingkan dengan pria. Bukan tidak mungkin temuan ini menjadi inovasi dalam mencegah infeksi flu.