Ciri-ciri tingkah laku anak usia tiga setengah tahun

AB Info Penanya: AB, Pria, 34 Tahun
Dok, saya memiliki anak yang memiliki kebiasaan seperti berikut:1. Gesit atau aktif (suka lompat-lompat, lari-lari)2. Setiap kemauannya harus cepat diiyakan atau dipenuhi, bila tidak langsung marah dan menangis3. Setiap yang dia lakukan tidak mau mendapat larangan4. Bisa mengucapkan one-ten sedang cepat5. Daya ingat cepat dan orangnya kristisDok, apakah dengan kebiasaan tersebut wajar atau normal terjadi pada anak sesusiannya? Terim kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Yang terhormat Bapak A,

Ciri – ciri yang Bapak ungkapkan adalah ciri perkembangan yang umum pada anak usia 3 sampai 5 tahun yaitu tahap telah melewati masa Batita (Bayi dibawah usia 3 tahun). Pada usia 3 tahun maka anak dalam periode pertumbuhan yang penting, anak mulai belajar untuk lepas dari orang tua dan berdiri sendiri sebagai individu.

Anak memiliki energi yang banyak sehingga gesit dan banyak bergerak, untuk itu imbangi dengan kebutuhan gizi yang baik dan waktu tidur yang cukup yaitu 10 sampai 12 jam sehari. Sebaiknya biarkan saja anak bergerak dan berolahraga, tidak pasif hanya menonton TV dan main game karena berguna untuk pertumbuhan tulang dan perkembangan fisik anak serta menghindari anak dari obesitas.

Pada usia 3 tahun, seorang anak mulai berani menyatakan diri sebagai individu dengan mampu mengungkapkan kebutuhannya dengan jelas, mengembangkan pendapat yang tegas, dan  menyatakan kehendak dan kemauan sendiri. Namun dia perlu diberi perintah dan petunjuk yang jelas dari orang tuanya, agar kelak anak dapat bertumbuh menjadi seorang individu yang mandiri dan percaya diri.

Anak usia 3 tahun, sangat senang menolak perintah dan suka memaksakan kehendaknya. Namun bila perintah dinyatakan dengan alasan yang jelas, masuk akal dan adil maka anak akan cenderung mengikutinya. Contoh : pakai sandalmu supaya tidak menginjak paku.

Aturan yang dibuat orang tua harus pasti dan tidak berubah – ubah sehingga anak tidak menjadi bingung. Sebagai orang tua jangan melemah bila anak menangis dan mengamuk bila keinginannya tidak dipenuhi. Hal ini akan mengajari anak bahwa dengan menangis dan mengancam maka kehendaknya akan dipenuhi oleh orang tua.

Biarkan saja anak mengamuk dan menangis, karena mengajarkan anak untuk memahami persaan marah dan frustasi, setelah anak menjadi tenang baru ajak anak untuk bicara.

Sebaliknya beri pujian bila anak bersikap baik, dan beri hadiah bila anak berprestasi. Panggila nama anak dengan hangat dan tatap matanya, beri pelukan sungguh – sungguh untuk menyatakan kasih sayang sehingga anakmerasa aman dan percaya kepada orang tuanya. Saling percaya sangat penting dalam hubungan antara orang tua dan anak.

Salam sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Permainan anak perempuan cenderung bersifat feminim seperti masak-masakan

6 Jenis Permainan Anak Perempuan yang Bermanfaat untuk Si Kecil

Mengajak anak bermain merupakan salah satu hal penting yang perlu dilakukan oleh orangtua. Jika Anda memiliki anak perempuan, cobalah beragam jenis permainan anak perempuan yang menyenangkan.