Cemas saat dilihat orang lain, emosi tidak terkontrol, sesak di dada dan hilang ingatan jangka pendek.

AY Info Penanya: AY, Pria, 17 Tahun
Halo dok, saya ingin berkonsultasi. Saya mempunyai kebiasaan cemas saat dilihat orang lain ( bahkan keluarga sendiri ), emosi yg tidak terkontrol hingga mempengaruhi konsentrasi, sering sekali mengalami hilang ingatan jangka pendek, rasa yg sedikit sesak di bagian dada. Saya ingin tahu dok, penyakit macam apa yg saya telah sebutkan di atas?. Terimakasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam, AY

Gejala yang Anda alami disebut gangguan kecemasan. Jadi ada rasa takut dan khawatir bila bersosialisasi dengan orang lain. Pada kasus berat dapat menganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan gejala ke fisik seperti sakit kepala, kesemutan, mual dan sesak nafas. Cara seseorang menghadapi masalah berbeda-beda ada yang memendam masalahnya, ada yang mengekspresikan masalahnya dan ada yang merelakan masalahnya. Pada kasus Anda adalah akibat dipendam masalahnya dan bila sudah tidak dapat dipendam akan meledak-ledak dalam mengekspresikannya. Lebih jelasnya ada di artikel Mengenal 6 Jenis Gangguan Kecemasan.

Untuk mengatasinya Anda memerlukan dukungan orang-orang di sekitar Anda seperti keluarga, teman dekat atau pasangan Anda. Dan Anda harus mencari cara untuk mengikhlaskan masalah Anda bisa dengan terapi seperti meditasi, yoga atau olahraga. Apapun cara yang Anda pilih untuk mengalihkan pikiran dari masalah Anda. Untuk referensi Anda saya lampirkan artikel Kenali Penyebab Cemas Berlebihan dan Cara Mengatasinya.

Salam Sehat,

dr. Andre Zaini

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Gangguan mental karena stres dapat diatasi dengan bermain alat musik, berkebun, melukis, ataupun menulis

Daftar Hobi yang Positif untuk Menjaga Diri dari Gangguan Mental

Agar terhindar dari gangguan mental, Anda dapat menghilangkan stres dengan hobi yang positif seperti bermain atau mendengarkan musik, berkebun, menulis, berenang, dan melukis atau menggambar. Hobi-hobi tersebut terbukti secara medis dapat memulihkan kondisi mental akibat stres.