Cara mengatasi penyakit maag sudah ke dokter

SA Info Penanya: SA, Pria
MLM istri saya kena maag true sering periksa k dokter tp hsil ya ga da gmn ya spya sembuh soal ya kasihan liat y pha lgi klu kumat penyakit y
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang SA,

Penyakit maag atau Dispepsia adalah gangguan pencernaan yang timbul dengan gejala rasa tidak nyaman di perut bagian atas sekitar ulu hati, rasa mudah kenyang, kembung, mual dan muntah, rasa terbakar di dada, dan gejala lain. 

Penyebab dari sakit maag sendiri diantaranya adalah:
  • Pola makan yang tidak teratur
  • Konsumsi makanan yang bisa mengiritasi lambung seperti makanan berlemak, pedas, asam berminyal ataupun minuman yang mengandung kafein ataupun minuman bersoda
  • Kondisi psikis seperti stres
  • Efek samping obat seperti obat pereda nyeri, antibiotik ataupun suplemen tertentu

Rasa nyeri pada perut dan ulu hati sendiri juga bsia timbul karena adanya gangguan kesehatan lain seperti penyakit asam lambung, luka di dinding lambung atau tukak lambung, gangguan jantung, gangguan empedu, pankreas ataupun penyakit lainnya.

Perlu diingat pengobatan yang diberikan untuk maag sendiri sifatnya adalah meredakan gejala bukan mengobati sampai tuntas dan membuat maag tidak bisa kembali kambuh. Jadi yang perlu diperhatikan adalah mencegah maag kambuh dengan memperbaiki pola hidup, makan teratur, tidak melewatkan waktu makan, makan dengan porsi kecil yang sering, hindari pencetus timbulnya gejala dan mengonsumsi obat maag sebelum makan jika timbul gejala seperti misalnya konsumsi antasida. Jika tidak ada perubahan dan gejala tetap hilang timbul maka perlu diperiksakan pada dokter spesialis penyakit dalam untuk melihat apa penyebabnya seperti dilakukan pemeriksaan tambahan misalnya endoskopi untuk menilai kondisi dinding lambung dan usus. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P.

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Kontaminasi bakteri pada makanan atau minuman bisa menyebabkan diare pada anak

Cara Cepat Menangani Diare pada Anak dan Pencegahannya

dr. Wiendra menyatakan bahwa diare berada di urutan ketiga yang menyebabkan kematian pada anak setelah tuberkulosis dan penyakit hati. Diare sebenarnya merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan bakteri-bakteri dari dalam tubuh yang menyebabkan feses menjadi cair (mencret).