TIdak merasakan tanda-tanda dan kontraksi palsu menjelang HPL, apakah normal ?

ZA Info Penanya: ZA
Dok HPL saya 7 AgustusTapi saya gk merasakan tanda tanda dan kontraksi palsu juga gk pernah apa itu wajar dan normal. Saya takut malah di suntik induksi karna gk mrasakan tanda tanda alami ingin melahirkan.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, ZAB.

Tanda-tanda menuju persalinan dan kontraksi palsu merupakan hal yang umum terjadi pada usia kehamilan trimester tiga menjelang hari perkiraan lahir (HPL). Namun waktu kemunculan tanda-tanda dan kontraksi tersebut dapat berbeda-beda pada setiap Ibu hamil.

Adapun tanda-tanda menuju persalinan yang meliputi :

  • posisi bayi yang semakin turun
  • punggung terasa nyeri
  • tubuh terasa lebih ringan
  • perubahan suhu tubuh
  • kontraksi menjadi lebih sering
  • keluarnya flek
  • mulai terbukanya rahim
  • keluarnya cairan 

Mengenai Anda yang belum merasakan tanda-tanda menuju persalinan maupun kontraksi palsu menjelang HPL, merupakan keadaan yang masih dalam batas normal. Pasalnya usia kehamilan normal berkisar antara 37 hingga 41 minggu, dan perhitungan HPL rata-rata berkisar pada usia dibawah 41 minggu. Pada dasarnya HPL hanyalah perkiraan waktu yang tidak mutlak. Menurut data statistik, sebagian besar Ibu melahirkan bayinya 3 minggu hingga 4 minggu lebih lama dari HPL nya.

Selama rentang waktu tersebut, umumnya dokter akan menyarankan beberapa tips berikut, diantaranya adalah :

  • berolah raga ringan
  • berhubungan intim
  • menstimulasi puting payudara 
  • mempersiapkan keperluan bayi
  • melakukan meditasi
  • dan lain-lainnya

Keterangan lebih lanjut bisa Anda dapatkan dengan berkonsultasi secara langsung pada dokter Kandungan Anda.

Salam sehat, 

dr. Rahmita Dewi

 

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Jika golongan darah ibu dan janin berbeda, anemia pada janin bisa terjadi.

Ibu dan Janin Beda Golongan Darah Bisa Bahaya! Ini Alasannya

Perbedaan golongan darah antara ibu hamil dan janin, mungkin belum dianggap sebagai suatu kondisi yang perlu jadi perhatian selama ini. Padahal, jika tidak ditangani, bayi di dalam kandungan bisa mengalami berbagai komplikasi berbahaya.