21 Nov 2020, 17:17Kulit & Kelamin

Penyebab bintil kelamin dan cara mengatasinya

ZA
Info Penanya: ZA0
Hallo dok.. Saya mau tanya tentang keluhan saya ini, saya umur 21 tahun dan belum menikah dan juga tidak pernah melakukan seks bebas, saya mempunyai bintil pada leher kelamin dengan warna serupa dengan kulit dan teksturnya lembut apakah itu bahaya dok? Dan tindakan apa yang harus saya lakukan? Mohon jawabanya. Terimakasih sebelumnya.
230 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Lidya
(0)
Hallo ZA,Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Anda.Bintil pada kemaluan dapat dialami oleh setiap wanita, termasuk yang belum pernah melakukan hubungan seksual. Keluhan ini kadang membuat resah. Keluhan yang dialami dapat diikuti gejala seperti gatal, merah, nyeri, ataupun tidak bergejala. 

Penyebab bintil kelamin 

Ada beberapa penyebab bintil kelamin anatar lain :
  • Kista Bartholin
Kista Bartholin terjadi akibat sumbatan pada kelenjar bartholin yang dapat menyebabkan infeksi.Kista ini terdapat di bibir vagina. Kista ini kadang tidak menimbulkan gejala dan tidak memerlukan penanganan. Namun jika kista nyeri dan bengkak, dokter akan melakukan pemberian obat ataupun tindakan lainnya.
  • Skin tag / polip vagina
Bintil pada vagina dapat disebabkan oleh kelebihan kulit pada vagina sehingga menimbulkan polip vagina. Polip vagina ini mempunyai warna yang sama atau sedikit lebih gelap dari vagina, dengan ukuran yang kecil. Keluhan ini tidak memerlukan terapi yang khusus.
  • Kutil kelamin
Penyebab kutil kelamin karena human pailloma virus (HPV) ini sering ditularkan oleh penyakit menular seksual. Gejala yang dirasakan awalnya berupa bintil kecil yang semakin banyak membentuk seperti kembang kol. 
  • Herpes genital
Bintil vagina karena herpes genital berupa bintil berisi cairan yang terasa perih, panas, dan gatal di area kemaluan disebabkan oleh virus herpes simplex (HPV). Virus ini dapat sembuh sendiri, namun pada kondisi tertentu memerlukan obat untuk mengurangi keluhan.Keluhan yang Anda alami bisa berupa polip vagina yang tidak memerlukan penanganan khusus. Anda dapat menjaga kebersihan organ intim Anda dengan menggunakan celana dalam yang menyerap keringat, mengganti pakaian dalam minimal 2x sehari, mengeringkan organ intim setelah BAB atau BAK, hindari penggunaan pembersih kewanitaan secara terus menerus.Semoga bermanfaat."Salam sehat.dr.Lidya Hapsari."
penyakit menular seksualherpes genitalkista bartholin
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil