Bintik putih di mulut apa alergi?

AF Info Penanya: AF, Wanita, 16 Tahun
Dok, Kenapa ya Bibir dan mulut saya tepatnya bawah lidah ada bintik putih seperti sariawan tapi kecil2 dan sakit, tolong bantu ya dok, awalnya saya makan ikan Cue, tiba2 bibir mulai membengkak dan sangat kering
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang AF,

Alergi adalah reaksi yang muncul bila tubuh terpapar oleh benda-benda asing yang ditandai dengan keluhan pembengkakan, terasa gatal, panas, kemerahan, dll.

Faktor alergen ini dapat berupa:

  • Makanan (seafood, ikan, ayam, telur, cokelat, kacang,dll)
  • Bulu binatang.
  • Cuaca dingin.
  • Debu.
  • Serbuk bunga, dll.

Reaksi alergi ini bisa muncul sewaktu-waktu tergantung kondisi daya tahan tubuh Anda. Bila kondisi daya tahan tubuh Anda menurun maka yang biasanya tidak alergi bisa saja mendadak alergi, dan hal ini bisa sembuh dengan sendirinya bila alergennya dihindari.

Keluhan yang Anda sampaikan berupa bibir bengkak, kering, dan muncul bintik-bintik putih, maka kemungkinan karena alergi makan ikan tersebut, atau kondisi ikan yang Anda makan kurang baik kualitasnya.

Sementara yang perlu Anda lakukan adalah:

  1. Minum obat golongan antihistamin untuk meredakan reaksi alerginya.
  2. Minum air putih yang banyak.
  3. Kumur dengan air hangat campur sedikit garam.
  4. Bibir yang bengkak boleh dikompres dengan es batu, atau oleskan pelembap agar tidak kering.
  5. Hindari konsumsi ikan jenis apapun untuk sementara waktu.

Bila bengkak pada bibir semakin besar, gatal, atau muncul sesak napas, maka lakukan pemeriksaan ke dokter atau Rumah Sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

Salam sehat,

dr. Vina

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Obat salep antiinflamasi nonsteroid, kortikosteroid, antibakteri, tacrolimus dapat membantu mengurangi gatal dan kemerahan akibat peradangan kulit

Pilih Jenis Salep Eksim yang Tepat untuk Atasi Gangguan di Kulit

Eksim adalah peradangan kulit berupa gatal, kemerahan, dan pecah-pecah. Kondisi ini dapat diobati dengan salep antiinflamasi nonsteroid atau kortikosteroid yang diresepkan oleh dokter.