Apakah luka karena sifilis?

ES Info Penanya: ES
dok, saya ingin bertanya. saya melakukan seks tanpa pengaman, rasanya sakit dan saat saya lihat, ternyata menimbulkan luka. 6 hari kemudian saya melakukan test vrdl, hasil test vrdl menunjukkan negatif. pertanyaannya adalah, apakah test vrdl kongkrit untuk mendeteksi virus sifilis? apakah pemeriksaan hiv juga bisa memakai test vrdl? jika tidak terkena sifilis, lalu apa yang mendekati penyakit dengan ciri ciri diatas dok? terimakasih
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang ES,

Sifilis adalah salah satu infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dimana dapat menular melalui hubungan seksual. Gejala dari infeksi sifilis sendiri dapat diawali dengan adanya ruam pada kulit, adanya luka pada area seksual seperti organ kelamin, mulut ataupun sekitar anus, merasa mudah lelah, adanya demam, ataupun juga bisa menimbulkan adanya pertumbuhan kulit seperti kutil.

Untuk mengetahui adanya infeksi sifilis, selain adanya gejala yang timbul juga akan dilakukan pemeriksaan baik pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang sendiri bisa dilakukan pemeriksaan lab VDRL yaitu veneral disesase research laboratory dimana mendeteksi adanya antibodi dari infeksi akut ataupun penyakit kronis, pemeriksaan ini bersifat nonspesifik tetapi jika didapatkan hasil reaktif maka perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan yang spesifik terhadap infeksi sifilis yaitu dengan pemeriksaan TPHA atau Treponema pallidum Haemaglutination Assay untuk menilai apakah infeksi spesifik oleh bakteri penyebab sifilis.

Apabila tes VDRL non reaktif maka tidak perlu dilanjutkan pada tes TPHA. Tetapi jika keluhan mengarah spesifik pada infeksi sifilis, pemeriksaan dapat dilanjutkan ataupun diulang untuk mencegah terjadinya hasil yang negatif palsu. 

Keluhan luka pada kelamin sendiri bisa disebabkan oleh beberapa kemungkinan penyebab lain seperti infeksi virus herpes, iritasi, reaksi alergi ataupun disebabkan infeksi menular lainnya. Untuk itu jika masih timbul gejala bisa memeriksakan diri kembali pada dokter spesialis kulit kelamin. Untuk mendeteksi HIV juga perlu tes yang spesifik untuk menilai adanya antibodi terhadap virus HIV. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P.

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Antibiotik penicilin adalah obat sipilis yang paling efektif untuk saat ini

Mengenal Obat Sipilis yang Paling Efektif Serta Anjuran Pemakaiannya

Karena merupakan penyakit infeksi bakteri, maka obat sipilis yang paling ampuh untuk menyembuhkannya adalah antibiotik. Namun, tidak semua antibiotik bisa digunakan. Ada jenis tertentu yang dianggap paling efektif untuk mengatasi penyakit yang sering disebut raja singa ini.