Apakah suntik KB tidak rutin dapat menyebabkan kehamilan?

AN* Info Penanya: AN*, Wanita, 25 Tahun
Dok saya mau tanya , saya ikut KB yg 1 bulan tp di bulan berikutnya saya tidak suntik LG dok dan saya setiap bulanya datang bulan ,tp saya merasakan mual, muntah , mudah lelah, kepala pusing, payudara merasa sensitif, kalau mencium bau apa aja pngin muntah, mood makan kadang kurang nafsu kadang mood bgt, rasa ingin makan yg aneh" kaya ora ngidam ,perut serasa makin tambah besar tp di tespek negatif,itu kenapa ya dok??
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang. N

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Terdapat beberapa jenis alat kontrasepsi yang bisa digunakan oleh pasangan untuk membantu mendukung berjalannya program KB atau jika ingin menunda adanya kehamilan. Suntik KB merupakan salah satu jenis alat kontrasepsi hormonal yang kerap digunakan. Terdapat 2 jenis suntik KB, yaitu suntik KB 1 bulan dan juga suntik KB 3 bulan. Kedua jenis suntik KB ini dibedakan berdasarkan kandungan hormon di dalamnya. 

Kelebihan dari suntik KB ini adalah Anda tidak perlu mengonsumsi pil KB setiap hari, tidak perlu menghitung masa subur dan menggunakan alat kontrasepsi lain ketika akan melakukan hubungan seksual, dapat bertahan lama 8 - 13 minggu tergantung dari jenis suntik KB yang Anda gunakan, mengurangi keluhan nyeri saat haid dan lain sebagainya.

Kekurangan dari suntik KB diantaranya adalah:

  • Munculnya jerawat
  • Nyeri pada payudara dan atau kepala, perut terasa tidak nyaman
  • Nafsu makan meningkat dan bertambahnya berat badan
  • Siklus haid tidak teratur
  • Nyeri pada area suntikan

Jika dilakukan secara rutin suntik KB sangat efektif menunda kehamilan hingga 99% yang artinya hanya ada peluang 1% saja untuk terjadi kehamilan. Tapi, semakin tidak rutin maka semakin besar peluang untuk terjadinya kehamilan. Terkait dengan pertanyaan Anda, bila Anda mengalami terlambat haid, melakukan hubungan seksual sebelumnya serta suntik KB dilakukan tidak rutin, memungkinkan untuk terjadinya kehamilan.

Jika sudah melakukan tes kehamilan dan hasilnya negatif, lakukanlah tes kehamilan kembali dengan jeda 1 minggu kemudian. Periksakan ke dokter spesialis kandungan terdekat agar dilakuan pemeriksaan dan USG kehamilan. Hindari stres dan lakukan istirahat cukup, konsumsilah makanan yang bergizi.

Salam sehat,

dr. Dian

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

RIsiko kehamilan saat Anda berusia di atas 35 tahun ke atas memang lebih besar, tapi tak perlu ditakutkan.

Meghan Markle Melahirkan, Hamil di Atas Usia 35 Tahun Bisa Tetap Sehat

Jika seorang wanita hamil saat berusia di atas 35 tahun, maka kondisi tersebut bisa disebut sebagai kehamilan risiko tinggi. Meski begitu, kehamilan tetap bisa dijalani dengan sehat asalkan ibu menjalani pola hidup sehat.