Berhubungan tanpa menggunakan KB

FR Info Penanya: FR, Wanita, 24 Tahun
Dok saya ibu menyusui eksklusif, saya berhubungan setelah 5 bln melahirkan tapi sperma suami dikeluarkan diluar, dan saya blm kb. Namun dlm waktu 5 bln saya blm haid. Apakah ada kemungkinan untuk hamil lagi?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam FR,

KB alami adalah metode kontrasepsi tanpa menggunakan alat KB, caranya sendiri beragam bisa dengan metode kalender dimana berhubungan diluar masa subur, metode pengamatan lendir servik, atau metode pengamatan suhu basal. Selain itu menyusui dan senggama terputus atau coitus interuptus, dimana ejakulasi tidak dilakukan di dalam vagina juga bisa menunda kehamilan. Metode KB alami boleh dibilang cukup efektif, tetapi masih memiliki kemungkinan terjadinya kehamilan.

Apabila saat ini tidak menggunakan KB lainnya, kemungkinan hamil bisa saja terjadi. Hal ini bisa disebabkan karena ketika berhubungan seksual bisa ada cairan preejakulasi. Pada cairan preejakulasi, bisa ada sel sperma yang ikut keluar dan memiliki kemampuan untuk membuahi sel telur. 

Untuk itu, jika masih ingin menunda terutama karena baru melahirkan, ada baiknya menggunakan metode kontrasepsi lainnya yang bisa digunakan oleh ibu menyusui seperti:

  • Pil KB
  • KB suntik 3 bulan
  • KB implan
  • KB Spiral atau disebut juga Alat Kontrasepsi Dalam Rahim/AKDR atau IUD

Anda bisa berkonsultasi pada dokter atau bidan mengenai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing kontrasepsi agar bisa memilih metode mana yang paling cocok untuk Anda gunakan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P.

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Di Indonesia, usia legal menikah masih jauh lebih muda, dibanding usia ideal menikah pada pria ataupun wanita

Ini Usia Ideal Menikah! Bisa Jadi Jawaban Kalau Ditanya, "Kapan Kawin?"

Usia legal menikah di Indonesia tergolong sangat muda, yaitu 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki. Padahal, usia ideal menikah sebenarnya jauh lebih tinggi, daripada usia tersebut. Pada saat menikah di usia muda, terdapat risiko seperti komplikasi saat hamil, hingga perceraian.