Berapa kali minyak goreng boleh dipakai berulang ?

HS Info Penanya: HS, Pria, 22 Tahun
Apakah menggunakan minyak goreng bekas itu tidak sehat? Maksimal berapa kali kah penggunaan minyak goreng itu?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi HS,

Terima kasih atas pertanyaannya.

Minyak goreng mengandung asam lemak tidak jenuh yang akan menyisakan asam lemak jenuh jika dipanaskan . Biasanya, dalam rumah tangga minyak goreng dipakai berulang kali untuk menghemat. Namun ternyata penggunaan minyak goreng berulang-ulang akan menyisakan asam lemak jenuh yang tinggi dan memicu terbentuknya kolesterol. Hal ini banyak dijumpai pada penggunaan minyak goreng lebih dari dua kali.

Pada penggunaan pertama, minyak goreng masih mengandung banyak asam lemak tidak jenuh yang baik untuk kesehatan. Pada pemanasan berikutnya, jumlah asam lemak tidak jenuh sudah berkurang dan digantikan oleh asam lemak jenuh yang jumlahnya akan semakin bertambah.

Pada penggunaan minyak goreng lebih dari empat kali, minyak goreng akan mulai teroksidasi dan melepaskan senyawa berbahaya yang dapat memicu terjadinya kanker. Selain kanker , minyak goreng yang digunakan berulang juga memicu timbulnya penyakit seperti stroke, hipertensi, dan penyakit jantung koroner akibat tingginya kolesterol yang terbentuk.

Meskipun minyak bekas pakai atau minyak jelantah sudah disaring berkaki-kali sebelum digunakan kembali, namun senyawa-senyawa berbahaya yang sudah terbentuk akibat pemanasan berulang-ulang tidak bisa hilang.

Untuk mencegah timbulnya penyakit yang tidak diinginkan, mulailah dengan kebiasaan mengolah makanan dengan cara sehat, hindari penggunaan minyak  goreng berulang-ulang. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Indirasthi Dwi Astari

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih kambuh lagi

Cara Mengobati dan Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih adalah penyakit pada saluran perkemihan yang dapat menyerang kandung kemih, ginjal, dan saluran penghubungnya. Konsumsi obat antibiotik, perawatan di rumah sakit, banyak minum air putih, dan hindari kebiasaan menunda buang air kecil merupakan cara mengobati sekaligus mencegah agar infeksi saluran kemih tidak berujung pada komplikasi.