bentol bengkak merah gatal saat dingin dan minum antibiotik

I Info Penanya: I, Wanita, 24 Tahun
saat dingin atau kehujanan jari telapak tangan saya bengkak merah dan gatal, kemudian ada nya ruam bentol bentol merah di lutut saya, setelah tidak dingin lagi semua nya hilang tidak berbekas, ini terjadi selama satu tahun ini, dulu nya tidak ada, kemudian saat saya minum antibiotik, badan saya ada ruam ruam dan ini juga terjadi selama satu tahun terakhir.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang I

Timbulnya ruam bentol merah dan gatal / urtikaria saat kondisi dingin dapat menjadi tanda bahwa anda memiliki alergi dingin, adanya cuaca dingin membuat reaksi hipersensitifitas terjadi memicu pelepasan histamin di kulit sehingga kulit menjadi bentol dan gatal kemerahan. Untuk tatalaksana reaksi alergi biasanya harus menghindarkan diri dari faktor alergen, jika terdapat alergi dingin maka harus minhindari tempat yang dingin, jika alergi terhadap seafood maka jangan makan ikan atau udang. Biasanya dokter juga akan memberikan terapi antihistamin dan kortikosteroid untuk meredem keluhan bentol bengkak kemerahan yang gatal.

Saat anda memiliki riwayat alergi, mengkonsumsi antibiotik tertentu juga akan memicu reaksi alergi bengkak gatal kemerahan, hal ini juga serupa dengan reaksi alergi dingin yang anda alami. Untuk itu sebaiknya anda tidak mengkonsumsi obat tertentu. Jika akan mengkonsumsi obat maka laporkan ke dokter anda bahwa memiliki riwayat alergi pada antibiotik tertentu. 

Upaya paling baik untuk tatalaksana alergi adalah menghindari alergen tersebut

Salam sehat

dr.Zulham

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Penyebab benjolan di ketiak yaitu infeksi bakteri atau virus, limfoma, hingga pertumbuhan sel kanker

11 Penyebab Munculnya Benjolan di Ketiak yang Mungkin Pernah Anda Alami

Ketiak adalah salah satu bagian tubuh yang jarang diperhatikan, namun memiliki banyak masalah kesehatan. Salah satunya adalah benjolan. Penyebab benjolan di ketiak yaitu infeksi bakteri atau virus, limfoma, hingga pertumbuhan sel kanker.