Benjolan bernanah pada anus, mengapa bisa terjadi?

FM Info Penanya: FM
Di dekat anus terdapat benjolan kecil. Kalau pecah keluar nanah. Keluar benjolan dalam kurun waktu yg tidak pasti
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat Siang, F.

 

Saya jelaskan dahulu yaa, penyebab adanya nanah pada anus adalah,

  • Wasir : Nama lain dari kondisi ini adalah ambeyen atau hemoroid, penyakit ini terjadi karena pengejanan terlalu kencang sehingga pembuluh darah pada anus akan keluar dan menyebabkan nyeri, bahkan berdarah. Jika wasirnya masih dalam tahapan ringan, maka ia akan sembuh dengan sendirinya, namun jika wasirnya sudah parah, maka terdapat benjolan besar, nyeri dan berdarah.
  • Bisul pada anus : Kondisi ini dalam Bahasa medis disebut Abses anus. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penyakit menular seksual, sehingga akan muncul benjolan bernanah dan bengkak disekitarnya.
  • Fisura Ani: Fisura ani terjadi ketika ada robekan pada kulit di anus sehingga menyebabkan infeksi adanya nanah dan nyeri. Biasanya robekan terjadi karena kotoran terlalu keras atau setelah melaksanakan operasi wasir.

Untuk memastikan kondisi anda sebaiknya harus ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai yaa

 

Tips untuk anda berkaitan gejala yang dialami

  • Istirahat cukup
  • Konsumsi sayur dan buah untuk mendapat serat agar kotoran tidak keras dan mudah keluar
  • Hindari konsumsi teh / kopi berlebihan
  • Kelola stress anda
  • Berendam di air hangat
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh benjolan
  • Jangan terlalu sering menyentuh bahkan mengorek benjolan
  • Minum paracetamol jika nyeri tidak tertahankan
  • Tidak mengejan dengan keras saat BAB

Segera ke UGD jika, keluar darah saat buang air besar, tidak dapat beraktifitas, nyeri hebat dan demam

 

Semoga bermanfaat

Salam sehat

dr. Karlina

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Benjolan di anus bisa disebabkan oleh infeksi, peradangan, hingga kanker

Ini Penyebab Benjolan di Anus serta Cara Mengatasinya

Tidak hanya ambeien, benjolan di anus juga bisa disebabkan oleh kondisi lain seperti hematoma, kutil, hingga kanker.