Belum bisa berjalan disertai kepala terasa hangat pada anak, apa penyebabnya?

SS Info Penanya: SS, Wanita, 26 Tahun
Siang Dokter,Anak saya berusia 20 bulan belum bisa berjalan. Padahal dua bulan sebelumnya saat menginap di rumah neneknya di Bandung, anak saya sudah bisa melangkah satu dua langkah. Tapi saat balik ke rumah, anak saya takut untuk berjalan, maunya berjalan apabila dipegangin tangannya. Kelihatan kaki dan tanganya lemas serta tidak kekar dibandingkan dengan anak lain seusianya. Kepala anak saya lebih panas dibandingkan dengan bagian tubuhnya yang lain sejak berusia 6 bulan. Mohon petunjuk Dokter, terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore Ibu SS,

Pertumbuhan dan perkembangan setiap anak adalah berbeda dan unik, sebagai orang tua kita wajib mendukung dan membantu dalam setiap tahap perkembangan dan pertumbuhan anak. Secara teori dikatakan usia maksimal untuk dapat berjalan adalah 18 bulan, namun tetap saja diperhatikan bahwa teori ini  adalah patokan umum dari angka statistik dan bukan harga mati, karena perkembangan berjalan bersifat individual.

Wajib memperhatikan perkembangan yang lain seperti perkembangan bicara, berbahasa dan pertumbuhan. Bila yang lainnya berjalan normal saja maka Ibu tidak perlu terlalu cemas. Para Dokter Anak setuju bahwa keterlambatan bicara dan berbahasa lebih tepat dijadikan patokan untuk menilai keterlambatan perkembangan pada anak.

Pada kondisi sikecil saat ini kami sarankan melatih anak untuk memperkuat otot kaki dan paha dan menjaga keseimbangan tubuhnya dengan cara : berenang, main ayunan, berjalan diatas pasir sambil dipegang dan digulingkan diatas bola pilates.

Bila diperlukan Ibu dapat mengunjungi Klinik Tumbuh Kembang Anak dan berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak (SpA).

Suhu badan Anak-anak sangat mudah terpengaruh dengan suhu dilingkungan sekitarnya, mungkin saja ini yang menyebabkan kepala anak teraba selalu lebih panas, karena terpapar langsung dengan suhu. Bila tidak demam seharusnya ini bukan kondisi yang serius.

 

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Memberikan susu pertumbuhan pada anak dapat mengurangi kasus anak stunting di Indonesia

Ternyata Susu Pertumbuhan Efektif Tekan Risiko Anak Stunting

37% atau hampir 9 juta balita Indonesia mengalami stunting. Temuan baru menyimpulkan susu pertumbuhan ternyata efektif menekan risiko stunting pada anak. Stunting sangat mengancam masa depan anak karena memengaruhi tumbuh kembangnya. Dengan meminum susu pertumbuhan, populasi anak stunting di Indonesia dapat berkurang. Pemerintah perlu melakukan sosialisasi tentang bahaya stunting dan pentingnya susu pertumbuhan pada anak.