batuk berdarah lebih dari 2 minggu

R Info Penanya: R, Wanita, 17 Tahun
Dokter saya sudah 2 minggu ini batuk,dan baru beberapa hari ini batuk berdarah dan tenggorokan terasa gatal dan kadang suka perih,dan pada saat membuang cairan pada hidung(ingus) itu ada darahnya juga,kira kira tindakan apa yang harud saya lakukan ya dok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang R,

Terimakasih telah bertanya di sehatQ.

Saya dr. Anugerah akan menjawab pertanyaan Anda.

Batuk berdarah atau bahasa medisnya hemoptisis adalah sesuatu batuk yang bercampur dengan darah. batuk berdarah merupakan suatu gejala atau tanda dari suatu penyakit infeksi.

batuk darah lebih dari 2 minggu bisa disebabkan oleh:

  1. Bronkitis. Bronkitis adalah peradangan dari pembuluh darah di saluran paru. baronkitis merupakan penyebab yang paling banyak menyebabkan batuk darah.
  2. bronkiektasis. Bronkiektasis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan pelebaran dari saluran paru yang terjadi secara tidak normal, berjalan lama dan tidak dapat disembuhkan.
  3. Tuberculosis. Tuberculosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi kuman Myobacterium Tuberculosis. gejala yang ditimbulkan selain batuk darah, yaitu badan kurus, demam, mual sampai muntah, tidak nafsu makan, dan berkeringat pada malam hari.
  4. Pneumonia. Pneumonia adalah suatu peradangan paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan parasit.

Untuk pencegahan dirumah, Anda bisa gunakan masker agar keluarga atau orang disekitar Anda tidak tertular. rajin cuci sepray dan jemur bantal, dan usahakan sinar matahari masuk kedalam rumah. Segera periksa ke dokter spesialis paru untuk mengetahui diagnosis pasti penyebab dari batuk berdarah Anda.

untuk artikel batuk darah bisa Anda baca di link: https://www.sehatq.com/penyakit/batuk-darah?utm_source=telemed&utm_medium=artikel_recommendation

Semoga dapat bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Anugerah

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Transplantasi paru merupakan salah satu cara untuk membantu penderita PPOK

Kisah Transplantasi Paru Penderita PPOK

Penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) bisa melakukan transplantasi paru untuk mengatasi efek dari PPOK. Salah satunya adalah kisah Emil Olson yang berhasil mengatasi penyakitnya dengan transplatasi paru. Namun, transplantasi paru memiliki beberapa risiko, misalnya tubuh menolak paru yang didonorkan.