Apakah bantal panas bisa memperbaiki saraf kejepit?

SK Info Penanya: SK
Dok, ibu saya mengalami syaraf kejepit, sudah hampir 1 tahun melakukan terapi di RS tetapi masih sering kambuh.Rencananya saya mau membelikan bantal kesehatan, kata penjualnya alat ini berfungsi memberikan panas mencapai 40 derajat Celius sebagai relaksasi otot. Alat ini aman nggak ya Dok? Apakah dengan memberikan stimulus panas tersebut dapat membantu memperbaiki jaringan syaraf yg rusak ini?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, SK.

Saraf kejepit dalam dunia medis dikenal dengan sebutan Hernia Nukleus Pulposus (HNP). Kondisi ini dapat terjadi ketika salah satu ruas tulang belakang mengalami pergeseran dan menekan atau menjepit saraf tulang belakang. HNP dapat terjadi pada ruas tulang belakang mana saja, paling sering di leher dan pinggang.

Seseorang yang menderita HNP akan mengalami nyeri pada daerah tulang belakang yang terkena. Jika pada leher, biasanya nyeri akan menjalar ke lengan; sedangkan jika pada pinggang, nyeri akan menjalar ke tungkai. Sensasi nyeri digambarkan sebagai menusuk, dengan derajat sedang sampai berat.

Terapi HNP biasanya dilihat dari derajat pergeseran tulang belakang. Pada kasus ringan, fisioterapi mungkin dapat membantu. Tetapi, pada kasus berat, biasanya dokter spesialis orthopedi tulang belakang atau dokter spesialis bedah saraf akan memutuskan untuk melakukan operasi.

Terkait bantal panas untuk relaksasi otot yang Anda tanyakan, tetapi sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa bantal tersebut dapat memperbaiki saraf yang rusak. Anda juga dapat berkonsultasi kepada dokter Anda untuk pemakaian bantal ini. Terima kasih, semoga bermanfaat.

 

Salam sehat,
dr. Sylvia V

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Ciri-ciri penyakit saraf spondilosis servikal adalah sakit leher dan sakit kepala belakang

Sakit Leher dan Ciri-ciri Penyakit Saraf Lainnya pada Lansia

Ciri-ciri penyakit saraf pada lansia adalah nyeri di leher dan di sekitar bahu. Ciri-ciri lain juga dapat muncul seperti otot melemah hingga kehilangan keseimbangan.