03 Jan 2021, 18:07Infeksi

Apakah hasil tes rapid antibodi bisa negatif pada orang yang terkena COVID-19?

RA
Info Penanya: RA, Wanita, 29 Tahun
non reaktif artinya virus sdh msk dlm tubuh mb rini tp antibody virus blm terbentuk dlm tubuh karena sistem imun tubuh mb rini termasuk kebal lan makanya hrs d pertahankan dokter bilang gt tp kalo sampai drop terpaksa hrs isolasi Maaf dok saya mau tanya apakah yang di maksud kakak saya kumat diatas itu ya dok Sekarang posisi kakak saya tidak mau di rawat di RS dok karena kakak saya tidak mau di campur oleh orang2 yng positif dok mangkanya kakak saya pilih dirumah bosnya dok
510 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Pany
(0)
Selamat pagi RATerdapat berbagai cara pemeriksaan pada infeksi COVID-19. Perlu dicantumkan pemeriksaan apa yang sudah dilakukan oleh kakak anda. Bila yang dimaksudkan adalah tes rapid antibodi, berikut penjelasannya.Tes rapid antibodi berguna mendeteksi antibodi tubuh terhadap virus keluarga corona termasuk COVID-19. Antibodi tubuh bekerja secara spesifik dan memiliki ingatan jangka pendek dam panjang terhadap suatu infeksi yang masuk. Ada banyak jenis antibodi, tetapi yang bisa terdekteksi melalui rapid adalah IgM dan IgG.IgM lebih dulu bekerja saat ada infeksi yang masuk dan terdeteksi pada hari ke 3-7 awal infeksi. Sedangkan IgG terdeteksi mulai hari ke 7-10 infeksi dan bisa bertahan lama hingga seumur hidup karena memiliki ingatan jangka panjang terhadap infeksi.Hasil Tes Rapid Antibodi COVID-19Jadi pada tes rapid antibodi COVID19 bila hasil reaktif pada IgM saja berarti baru awal terinfeksi. Bila yang rekatif pada IgG saja menandakan sudah pernah terinfeksi atau melakukan vaksinasi COVID19 dan memiliki kekebalan terhadap COVID19. Bila yang reaktif IgM dan IgG berarti infeksi sudah memasuki minggu ke 2 atau adanya reinfeksi (terinfeksi kembali).Bila hasil nonreaktif tetapi memiliki gejala bisa dikarenakan berbagai hal yaitu:
  • memang tidak terinfeksi
  • tes yang dilakukan terlalu awal sehingga antibodi belum terdeteksi
  • alat yang digunakan rusak
  • terjadi kesalahan saat pemeriksaan.
Pada orang tanpa gejala atau bergejala ringan dan tidak dalam keadaan hamil atau tidak memiliki penyakit kronis (hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan sebagainya) maka bisa melakukan isolasi mandiri di rumah dan dipantau secara berkala oleh tim medis. Orang-orang yang membutuhkan perawatan isolasi secara khusus di rumah sakit adalah yang memiliki gejala sedang-berat.Bila dirasakan sesak, keringat dingin, lemas hingga penurunan kesadaran maka sebaiknya segera bawa ke fasilitas kesehatan atau menghubungi tim medis khusus yang menangani COVID-19. Sementara itu terapkan pola hidup sehat untuk meningkatkan imunitas tubuh dan melakukan protokol kesehatan dengan baik.Semoga bermanfaat. Salam sehat.dr. Pany CL
infeksi viruspola hidup sehatcoronavirus
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil