Bagaimana penanganan mimisan ?

DP Info Penanya: DP, Pria, 19 Tahun
Saya mimisan tapi nggak sembuh sembuh saya harus bagaimana
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, DP.

Mimisan atau epistaxis merupakan perdarahan spontan dari dalam hidung. Berdasarkan atas daerah asal perdarahan epistaksis dibagi atas dua kategori, yaitu epistaksis anterior dan posterior. Diagnosis dan penanganan epistaksis bergantung pada lokasi dan penyebab perdarahan. Penyebab epistaksis dapat berupa penyebab lokal maupun sistemik;
- Penyebab lokal termasuk epistaksis idiopatik, trauma (patah tulang hidung, mengorek hidung terlalu keras), inflamasi, neoplasia/tumor, vaskular, iatrogenik, kelainan struktural, dan obat-obatan seperti semprot hidung, benda asing di hidung.
- Penyebab sistemik berupa kelainan hematologi (hemofilia, leukemia), lingkungan (temperatur, kelembaban dan ketinggian), obat-obatan (contoh antikoagulan), gagal organ (uremia dan gagal hati), serta penyebab lain misalnya hipertensi.

Pemeriksanaan lebih lanjut diperlukan jika keluhan yang anda rasakan sering di alami, sebaiknya kontrol ke dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorok (Sp.THT) agar diketahui penyebabnya.

Yang terpenting menjaga daya tahan tubuh dengan cara tidur yang cukup 6-8 jam sehari pada malam hari, konsumsi buah-buahan dan makanan yang sehat, jangan merokok, olahraga yang teratur; dan mengobati penyebab dari mimisan itu sendiri.

Pertolongan pertama saat mimisan:
• Posisikan kepala agak menunduk, untuk menghindari tersedak.
• Memencet hidung bagian depan selama 10-15 menit, selama pemencetan bernapas lewat mulut, bisa di ulang. Jika tidak berhenti sebaiknya kunjungi dokter.

Selengkapnya tentang mimisan, dapat anda simak disini.

 

Semoga bermanfaat

Salam sehat

dr. Supiah S.D Sangadji

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Air mata darah bisa disebabkan oleh beberapa kondisi medis, seperti mimisan misalnya.

Tidak Hanya di Film Horor, Air Mata Darah Ternyata Kondisi Medis yang Nyata

Ternyata, air mata darah tidak hanya ada di film horor saja. Kondisi yang disebut sebagai haemalocria di dunia medis ini ternyata nyata, dan siapapun bisa mengalaminya, kalau mengidap kondisi tertentu. Bagaimana penjelasannya?