Bagaimana penanganan demam pada anak ?

PJ Info Penanya: PJ, Pria, 19 Tahun
Dokter saya mau bertanyaAnak saya panas sudah empat jaringan turun turun .Sudah dua kali berobat di kasih paracetamol ya kalau habis minum obat agak turun panasnya dan kemarin sewaktu berobat yang kedua sudah test darah dan semuanya normal .Bagaimana solusi nya dok
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, PJ.

     Demam merupakan reaksi normal tubuh yang bermanfaat melawan kuman. Definisi demam adalah keadaan suhu tubuh di atas suhu normal, yaitu suhu tubuh di atas 38º Celsius.

     Demam dapat disebabkan oleh faktor infeksi ataupun faktor non infeksi. Demam akibat infeksi bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, ataupun parasit yang dapat terjadi di organ tubuh manapun. 

     Demam akibat faktor non infeksi dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain faktor lingkungan (suhu lingkungan yang eksternal yang terlalu tinggi, keadaan tumbuh gigi, dll). Selain itu anak-anak juga dapat mengalami demam sebagai akibat efek samping dari pemberian imunisasi selama ±1-10 hari. 

Adapun yang dapat anda lakukan untuk menurunkan demam:

  • Pemberian cairan dalam jumlah banyak untuk mencegah dehidrasi dan beristirahat yang cukup
  • Tidak memakai baju yang terlalu tebal
  • Memberikan kompres hangat pada penderita
  • Pemberian obat turun panas seperti paracetamol sesuai dosis berat badan anak

Untuk mengetahui penyebab demam dan diagnosis dari keluhan anak anda, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Sebaiknya ke dokter spesialis anak agar diperiksa secara langsung, sehingga penanganannya tepat.

Selengkapnya tentang demam, dapat anda simak disini.

 

Semoga bermanfaat 

Salam sehat

dr. Supiah S.D Sangadji

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Bercak merah campak pada bayi berbentuk menonjol, dan terasa gatal.

Kembali Merebak, Ini Gejala Campak pada Bayi yang Perlu Dikenali

Campak merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan, dan dapat menimbulkan bercak-bercak merah di kulit penderitanya. Campak pada bayi, penyakit yang belakangan kembali merebak ini dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti pneumonia.