Bagaimana mengatasi benjolan pada kaki ?

AC Info Penanya: AC, Pria
Selamat pagi,siang,sore dan malam. Saya pria berusia 17 tahun, saya memiliki sebuah keluhan. Jadi di kaki saya ada sebuah tonjolan kecil yang awalnya di sebabkan karena saya tidak sengaja menginjak puntung rokok yg masih menyala. Al hasil bekas luka itu setelah kering bukannya hilang malah menyisahan benjolan, yang saya kira adalah tumor jinak (kutil) sampai sekarang kondisinya makin parah. Sulit untuk di hilangkan. Apa yanv harus saya lakukan?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, AC.

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Benjolan pada kulit merupakan hal yang cukup banyak dialami. Jenis dan penyebabnya dapat beragam, dari yang ringan hingga yang serius. Namun umumnya bukan merupakan indikasi penyakit yang berbahaya, apabila tidak disertai gejala-gejala lainnya.

Berikut beberapa jenis benjolan yang tidak berbahaya :

Mengenai keluhan benjolan Anda, yang sebelumnya dipicu oleh luka akibat terkena rokok, apabila semakin memburuk dan disertai gejala lain sebaiknya diperiksakan ke dokter Spesialis Kulit agar diketahui jenis benjolannya dan jika diperlukan penanganan lebih lanjut, dapat segera dilakukan. Anda juga dapat memeriksakan nya terlebih dahulu ke dokter terdekat untuk mengidetinfika benjolan secara langsung. 

Sebaiknya untuk tidak mengorek dan melakukan hal yang dapat melukai benjolan tersebut sebelum Anda memeriksakan keadaannya, karena dapat terjadi infeksi sekunder jika terdapat luka terbuka.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan terimakasih telah menggunakan layanan SehatQ.

Salam sehat,

dr. Rahmita Dewi

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Radiasi dari alat elektronik nirkabel seperti handphone, wifi, dan sebagainya berpotensi merusak kesehatan

Benarkah Radiasi Wifi dan Headphone Bluetooth Berpotensi Merusak Kesehatan?

Radiasi gelombang elektromagnetik dari alat elektronik seperti handphone, wifi, dan alat-alat nirkabel lainnya berpotensi memicu kanker, penyakit saraf, kemandulan pada pria, dan kelainan saraf. Sedangkan untuk wanita hamil, hal ini dapat meningkatkan peluang terjadinya keguguran.