Bagaimana caranya mengatasi sahabat yang mengalami mental abuse?

SU Info Penanya: SU, Pria, 19 Tahun
Halo dok, saya memiliki seorang sahabat yang terlahir di keluarga yang sangat toxic. Ia memiliki keluarga yang sangat judgemental terhadap fisik, tidak supportif, pilih kasih, dan itu sangat menghancurkan mental sahabat saya. Di hari biasa, ia bisa keluar rumah untuk sekedar menenangkan pikiran. Pada masa pandemi ini, tentunya masalah demi masalah terjadi dan ia tidak dapat menenangkan pikiran hingga setiap hari ia menangis. Bagaimana cara saya untuk membuat bangkit disaat seperti ini?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat malam, SU.

 

Mental abuse adalah sebuah tindakan yang menyakiti mental seseorang, baik melalui perkataan maupun perbuatan. Hal ini dapat dilakukan oleh siapa saja, baik orang tua, pasangan, kakak, adik, saudara atau orang asing sekalipun. Mental abuse sangat dapat merusak pikiran dan membuat diri seseorang menjadi tidak percaya diri, merasa putus asa, merasa diri tidak berguna, sehingga orang yang mengalami mental abuse dapat merasa depresi.

Dampak dari perlakuan mental abuse memang terkadang tidak langsung terlihat. Tetapi dengan melihat seseorang merasa putus asa, merasa tertekan batin dan tidak percaya diri maka orang tersebut mengalami mental abuse. Oleh karena itu kita harus membantu memberikan nasihat-nasihat yang dapat membangkitkan semangat hidupnya kembali.

Berikut ini merupakan ciri seseorang yang sedang mengalami mental abuse adalah sebagai berikut:

  1. Mengendalikan. Misalnya seseorang sedang diatur gaya berpakaiannya.
  2. Menerima kekerasan dalam bentuk ucapanan atau perlakuan. Mendapat kata-kata kasar dalam bentuk ancaman, perilaku mengekang.
  3. Mendapatkan kekerasan secara fisik.
  4. Menghancurkan atau merusak barang-barang.
  5. Membuat diri kalian merasa rendah.
  6. Selalu dipersalahkan akan terjadinya hal apapun.
  7. Dilarang untuk berkomunikasi dengan siapapun.

Terkait dengan pertanyaan Anda, apabila sahabat Anda mengalami hal tersebut maka kondisi ini harus segera bebas dari dalam diri sahabat Anda. Sebab jika tidak dampak dari mental abuse dapat membuat seseorang menjadi depresi berat. Oleh sebab itu bawa sahabat Anda untuk melakukan konsultasi kepada psikiater agar cepat diberikan penanganan.

Untuk sementara sebagai seorang sahabat Anda dapat melakukan hal dibawah ini:

  • Selalu berikan dukungan untuk tetap semangat menjalani hidup.
  • Buka pikiran sahabat Anda agar berfikir positif bahwa hidup ini masih panjang dan masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mengapresiasi diri sendiri.
  • Ajak sahabat Anda merelaksasikan diri dan pikirannya misalnya dengan melakukan hobi yang menyenangkan.
  • Upayakan untuk tidak stres.
  • Tetap makan yang sehat agar kondisi tubuh tidak menurun.
  • Ajak sahabat Anda untuk berolahraga terutama meditasi.

 

Semoga bermanfaat.

Salam sehat, 

 

dr.Sri Wulantini

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
Dibalas oleh SU
18 Jul 2020, 11:19
Sedikit banyak yang ingin saya sampaikan, tapi karena keterbatasan karakter saya tidak dapat melanjutkan narasinya..
Dibalas oleh SU
19 Jul 2020, 11:27
Terimakasih dr. Sri Wulantini. Sahabat saya bukanlah orang yang begitu tertarik dengan psikiater karena ia menghindari obat-obatan. Apakah ada alternatif lain atau cara yang tepat untuk mempersuasikan hal ini?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh
20 Jul 2020, 22:38
Selamat malam.
Dalam hal ini baiknya bisa berkonsultasi dengan profesional seperti dokter spesialis jiwa atau psikiater. Jika anggapannya pasti akan diberi obat hal tersebut tidaklah benar. karena penanganannya bisa berupa konseling, supportif grup, psikoterapi dan juga terapi lain. Pemberian obat hanya jika diperlukan saja. Salam sehat.
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Menolong orang lain akan memberikan rasa bahagia

Sedang Sedih? Cari Kebahagiaan dengan Menolong Orang Lain

Pernah merasa bahagia ketika Anda menolong orang lain? Ternyata ada penjelasan ilmiah di balik rasa serang tersebut. Menolong orang lain mengaktifkan bagian otak yang memberi apresiasi, memicu produksi endorfin, dan mencegah stres.