Bagaimana cara menyimpan tabung oksigen yang benar?

N Info Penanya: N, Wanita, 27 Tahun
Malam dok, kebetulan saya punya anak yang kerap asma. Apa boleh dok menyimpan tabung oksigen di rumah? Seperti apa aturan penyimpanan yang aman?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang N,

Terimakasih atas pertanyaan Anda di SehatQ.

Penyakit asma saat sedang kambuh membutuhkan tabung oksigen agar penanganan lebih mudah. Beberapa kondisi selain asma yang dapat membutuhkan tabung oksigen adalah PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), gagal jantung dan sleep apnea. Namun penyimpanan tabung oksigen di rumah juga membutuhkan beberapa saran seperti :

  • Sebaiknya hindari menempatkan tabung oksigen dengan tempat-tempat yang mengeluarkan api, di beri jarak 1,5- 3 meter.
  • Hindari penggunaan alat listrik saat menggunakan tabug oksigen, untuk menghindari terjadinya kebakaran.
  • Hindari cairan yang mudah terbakar seperti cairan atau kosmetik yang mengandung alkohol
  • Bersihkan alat dan tabung oksigen menggunakan air
  • Usahakan meletakan tabung oksigen di tempat aman agar aman jika terjadi kebocoran tabung tidak terlontar
  • Jika ada kerusakan tabung oksigen sebaiknya panggil orang yang berpengalaman

Memiliki tabung oksigen sendiri bukan berarti tidak membutuhkan tenaga medis. Sebaiknya segera hubungi tenaga medis terdekat jika tabung mengalami masalah atau kondisi pasien tidak membaik. Selalu kontrol teratur ke dokter paru jika keluhan asma masih sering kambuh.

Semoga bermanfaat,

Salam sehat,

dr. Aisyah

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Perawatan paliatif adalah perawatan bagi pasien yang meliputi fisik, emosional, spiritual, dan sosial

Perawatan Paliatif, Krusial untuk Fisik dan Mental Penderita Penyakit Serius

Apabila ada perawatan medis yang memberikan dukungan bagi penderita penyakit serius atau berdampak besar bagi kehidupan, itu disebut perawatan paliatif. Dalam jenis perawatan ini, fokusnya adalah meningkatkan kualitas kehidupan penderita dan biasanya tidak terfokus pada kesembuhan. Tak hanya secara fisik, tapi juga emosional, spiritual, dan sosial.