Bagaimana cara menyimpan ASI yang disarankan?

SL Info Penanya: SL
Dok, saya ibu baru untuk bayi usia 8 minggu. Karena saya sudah mulai bekerja sekarang saya memberikan ASIP. Dok, gimana sih cara menyimpan asi yang disarankan agar tetap steril dan bergizi?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore, SL

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Mayoritas dari ibu memberikan ASI secara langsung, namun pada keadaan tertentu ASI bisa diberikan dalam bentuk perahan seperti saat bayi lahir prematur yang belum mempunyai kemampuan menyusu yang baik, atau ketika ibu harus bekerja kembali setelah melahirkan. ASIP merupakan air susu ibu perah. Agar kandungan ASI tetap terjaga, perlu diperhatikan beberapa cara peyimpanan ASIP.

Adapun cara untuk menyimpan ASIP adalah:

  • Usahakan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir baik saat menyimpan ASIP dan memerah ASIP
  • Pastikan tempat penyimpanan bersih, BPA free, atau bisa juga menggunakan botol kaca 
  • Berikan label bertuliskan nama anak dan tanggal saat dilakukan pemerahan ASI agar dapat digunakan ASIP dengan tanggal yang lebih lama terlebih dahulu
  • Hindari mencampurkan ASIP yang sudah dibekukan dengan ASIP yang baru 
  • Hindari menyimpan sisa ASIP yang sudah dikonsumsi untuk pemberian berikutnya
  • Hindari mengocok ASIP
  • Gunakan tempat khusus (freezer) untuk penyimpanan ASIP

Selain itu, perlu dipastikan bahwa Ibu harus mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, perbanyak sayur dan buah-buahan, menjaga kebersihan area payudara dan juga kebesihan diri agar memiliki ASI yang berkualitas untuk bayi. 

Jika terdapat keluhan terkait dengan kesehatan Anda, lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis Anak terdekat.

Semoga bermanfaat.


Salam sehat,

 

dr. Dian

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Tetanus neonatorum sering terjadi di negara berkembang akibat persalinan yang kurang steril.

Apa Saja Gejala Tetanus pada Bayi?

Tetanus pada bayi umumnya terjadi akibat proses persalinan yang kurang steril dan ibu yang tidak mendapat vaksin tetanus saat proses kehamilan. Toksin bakteri tetanus banyak ditemukan di tanah dan dapat bertahan selama kurang lebih 40 tahun. Upaya pencegahan yang disarankan adalah pemberian vaksin tetanus pertama saat bayi berusia 6 minggu. Kenali gejala-gejala tetanus sebagai antisipasi.