Bagaimana cara meningkatkan produksi ASI?

LW Info Penanya: LW, Wanita, 23 Tahun
Hello doc, saya Ibu muda Yg mengalami keringnya ASI saya. Padahal Anak saya baru berusia 8 bulan. Anak saya juga gampang sakit seperti demand, pilek dan batuk.. Gimana agar saya bisa memberikan ASI kembali kepada anak saya? Dan bagaimana agar anak delay terjaga kesehatannya? Terima kasih doc
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang LWP,

ASI merupakan asupan nutrisi yang sangat penting untuk bayi. ASI eksklusif adalah pemberian ASI kepada bayi selama 6 bulan yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Setelah bayi berusia diatas 6 bulan, maka kebutuhan nutrisi perlu dicukupi dengan MPASI (makanan pendamping ASI).

Banyak sedikitnya produksi ASI sendiri dipengaruhi oleh :
  1. Frekuensi menyusui. Semakin jarang menyusui, maka produksi ASi akan semakin berkurang.
  2. Stres.
  3. Kelelahan.
  4. Kurangnya asupan sayur dan buah.
  5. Penurunan berat badan yang terlalu cepat.
Berikut ini beberapa tips yang dapat dicoba untuk meningkatkan produksi ASI :
  1. Hindari makanan pedas, atau yang menimbulkan alergi pada bayi.
  2. Perbanyak konsumsi sayur dan buah, seperti daun katuk, bayam dan sayuran hijau lainnya.
  3. Tingkatkan konsumsi protein seperti susu dan produk turunannya, daging, serta ikan.
  4. Cukup istirahat.
  5. Perbanyak konsumsi air putih.
  6. Kurangi stres.

Bila anak sering demam, batuk, pilek, artinya daya tahan tubuh tidak baik, Anda dapat memberikan suplemen multivitamin tambahan kepada anak, hindarkan bayi dari orang yang sedang sakit, gunakan masker bila ada anggota keluarga yang sedang sakit agar tidak menular ke bayi.

Selain tips di atas, Anda juga bisa berkunjung ke poli laktasi yang ada di Rumah Sakit untuk konsultasi lebih lanjut.

Salam sehat,

dr. Vina

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Waspadai perilaku rewel pada anak, yang bisa menjadi gejala stres.

Anak Juga Bisa Stres, Begini Cara Menghilangkan Stres pada Anak !

Tidak hanya pada orang dewasa, stres juga bisa terjadi pada anak-anak. Sayangnya, belum banyak orangtua yang sadar akan hal ini. Anda dapat melihat bagaimana perubahan suasana hati pada anak hingga memantau perilaku anak di sekolah untuk memastikan apakah anak Anda mengalami stres.