14 Dec 2020, 13:52Kandungan

Bagaimana cara menghindari atonia uteri pada ibu hamil?

F
Info Penanya: F, Wanita, 26 Tahun
assalamualaikum selamat pagi dokter. Saya wanita dan sedang hamil 32 minggu, dok. Seiring dengan semakin dekatnya waktu melahirkan, saya sering membaca komplikasi yang sering muncul pada ibu hamil. Kemarin saya sempat baca tentang atonia uteri pada ibu hamil yang katanya merupakan penyebab kematian ibu saat persalinan. Saya jadi khawatir, dok.. Apa yang harus saya lakukan supaya atonia uteri tidak terjadi pada saya ya? Mohon bantuannya, dokter. wassalamualaikum
1837 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Farahdissa
(0)
Selamat pagi, FTerima kasih atas pertanyaannya.Atonia uteri adalah kondisi dimana rahim tidak berkontraksi setelah melahirkan bayi sehingga berpotensi perdarahan masif yang mengancam jiwa.  Setelah mengeluarkan janin, rahim akan berkontraksi untuk mengeluarkan plasenta dan menghambat perdarahan.  Ketika kontraksi tidak adekuat, perdarahan akan terus menerus terjadi sehingga terjadi perdarahan pasca persalinan

Gejala atonia uteri :

  • Perdarahan masif setelah melahirkan bayi.
  • Penurunan tekanan darah.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Nyeri punggung.

Wanita yang berisiko terjadi atonia uteri :

  • Persalinan kembar atau lebih.
  • Bayi besar atau berat badan lebih dari 4000 gram.
  • Usia lebih dari 35 tahun.
  • Kelebihan berat badan.
  • Air ketuban berlebihan atau polihidramnion.
  • Persalinan yang terlalu sering.
Apabila anda termasuk dalam kategori kehamilan berisiko, konsultasikan dengan dokter kandungan anda agar ketika persalinan sudah ada persiapan jika kemungkinan terjadi kondisi atonia uteri walaupun kita tetap tidak mengharapkan hal itu terjadi.  Wanita dengan risiko tinggi juga tidak dapat melahirkan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.  Bidan atau dokter akan merujuk untuk melahirkan di Rumah Sakit karena alat dan tenaga medis yang lebih lengkap. 

Beberapa cara mencegah komplikasi kehamilan :

  • Rutin kontrol kehamilan dengan bidan atau dokter agar selalu dievaluasi perihal kondisi kehamilan.
  • Minum vitamin hamil untuk membantu nutrisi janin dan mencegah anemia.
  • Hindari makanan dan minuman tidak sehat seperti teh, kopi, serta soda.
  • Lakukan senam hamil agar membantu saat ibu melahirkan kelak.
Semoga penjelasan ini bermanfaat.Salam sehat,dr. Farah
menjaga kehamilankehamilanpersalinanperdarahan
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil