14 Dec 2020, 13:53Psikologi

Bagaimana cara menghentikan selfharm dan apa penyebabnya?

F
Info Penanya: F, Wanita, 26 Tahun
Dok, kemarin tidak sengaja saya lihat adik saya selfharm. Apakah ini penyebab keluarga saya yang brokenhome, kondisi finansial tidak stabil, dan pacar kakak saya yang sering menuntut ini itu? Bagaimana ya dok caranya saya bantu adik saya? Soalnya saya juga tidak terlalu dekat. Kalau saya langsung daftarkan ke psikolog atau psikiater takutnya tersinggung. Mohon bantuannya, dok
810 Views
0 Balasan
SehatQ
Dijawab Oleh  dr. Farahdissa
(0)
Selamat sore, FTerima kasih atas pertanyaannya.Self harm atau self injury adalah perilaku menyakiti diri sendiri tanpa adanya paksaan dan dalam keadaan sadar.  Perilaku ini muncul sebagai reaksi seseorang terhadap tekanan dan rasa cemas yang ada dalam diri orang tersebut.  Pelaku self-harm umumnya tertutup dan memilih untuk menutupi apa yang mereka lakukan.  Self-harm dapat dilakukan dengan menyayat kulit, membakar kulit, menggores kulit, membenturkan kepala, menggiti kulit, ataupun tindakan lainnya yang menyebabkan diri sendiri tersakiti.Self-harm dapat terjadi karena depresi, putus asa, mendapat kekerasan baik dirumah ataupun di sekolah, serta keluarga yang kurang harmonis.Dukungan keluarga adalah yang paling utama.  Buang ego dan dekati adik anda sehingga adik anda merasa memiliki seseorang di keluarga dimana seharusnya merupakan tugas orang tua.

Beberapa cara untuk mengatasi self-harm :

  • Mencoba berbicara dengan perlahan dengan adik. Sebaiknya tidak langsung menghakimi tetapi dimulai dengan menanyakan kabar.
  • Setelah adik merasa nyaman, mulai menanyakan apakah adik banyak pikiran atau marah pada orang tua, atau ada masalah di sekolah atau dengan pacar. Ketika seseorang mulai percaya, akan mengalir emosi yang terpendam.  Saai ini terjadi, dengarkanlah.
  • Ajak adik melakukan aktivitas seperti olahraga bersama, memasak bersama, berjualan bersama yang mengalihkan pikiran adik dari self harm.
  • Cari tahu tentang komunitas yang mendukung kesehatan mental, tukar pikiran dengan mereka, dan mulai ajak adik untuk mengikuti komunitas tersebut.
Ketika adik tidak dapat melepaskan dari perilaku buruknya, beri pengertian untuk periksa ke dokter spesialis jiwa atau psikiater agar adik dapat menjalani hidup tanpa rasa ingin menyakiti diri sendiri.Semoga penjelasan ini bermanfaat.Salam sehat,dr. Farah
depresimasalah kejiwaanbullyinggangguan psikologis
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Balas
Postingan membutuhkan waku beberapa saat untuk tampil

Forum Tanya Dokter

(maks. 500 karakter)
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil