Bagaimana cara mengetahui ayah dari bayi saya?

LA Info Penanya: LA, Wanita, 2019 Tahun
Dok Saya ingin bertanya. Saya sangat bingung. Saya rutin haid tgl 25 tiap bulannyaTgl 25 januari 2019 Saya haid Tgl 30 januari 2019 Saya berhubungan dengan pria AFebruari 2019 Saya tdk berhubungan dgn siapapun. Sampai Saya iseng testpack tgl 23 februari 2019 hasilnya negatif. Lalu tgl 25 februari 2019 ternyata Saya haid.Pada tgl 1 maret Saya iseng testpack lagi Dan hasilnya tetap negatifLalu pada tgl 5 maret2019 Saya rajin berhubungan dengan pria B Tgl 2 April Saya tp hasilnya positifYg ingin Saya tanyakan ini anak pria A atau B dok?HPHT Saya 25 februari 2019
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, LA

Terimakasih telah bertanya di Forum SehatQ.

Bila kita menghitung dari awal siklus anda pada tanggal 25 Februari 2019. Perkiraan masa subur adalah sekitar hari ke-14 sampai dengan hari ke-18 siklus haid. Jadi sekitar tanggal 10-14 Maret 2019 dan berdasarkan cerita anda bahwa anda rajin berhubungan dengan pria B maka kemungkinan anak dari pria B. Kecuali anda juga melakukan hubungan dengan pria lain pada waktu bersamaan. Kemudian setelah menstruasi, anda juga sudah tes pack jadi pria A kemungkinan bukan ayah bayi anda.

Untuk memastikan anda bisa tes DNA nanti setelah anak anda lahir. Dengan angka keberhasilan sekitar 99%. Hanya butuh mengambil sampel dengan air liur bapak dan anak. Hasil bisa didapat dalam 3-5 hari. Tes DNA sekarang bisa mengambil sampel di rumah sehingga menjaga kerahasiaan dari orang yang dites.

Semoga penjelasan saya bermanfaat.

Salam Sehat,

dr. Andre Zaini

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
Dibalas oleh LA
05 Aug 2019, 13:40
Terima kasih dok. Saya sangat puas dengan jawaban dokter

Diskusi Terkait di Forum

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

tekanan darah ibu hamil yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada bayi

Ini Nilai Tekanan Darah Normal dan Tidak Normal pada Ibu Hamil

Tekanan darah normal pada ibu hamil adalah berkisar 120/80 mmHg. Jika terlalu tinggi, dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada bayi, kerusakan organ tubuh, hingga penyakit jantung.