Bagaimana Cara Mengatasi Alergi Sinar Matahari?

FS Info Penanya: FS, Pria, 35 Tahun
Dear Dokter, Apa benar ada alergi sinar matahari? Sejak saya berusia 16 tahun, jika terkena udara panas atau terkena sinar matahari dalam waktu 5 sampai 10 menit akan terasa gatal diseluruh tubuh. Bagaimana agar bisa normal kembali seperti manusia lainnya tidak ada masalah dengan matahari? Terima kasih bantuannya, Dok.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Dear Bapak FS,

Sinar matahari dibutuhkan manusia untuk membantu produksi Vitamin D dalam tubuh. Namun ada sekelompok kecil orang yang  alergi bila terpapar dengan sinar matahari. Tanda alergi ini adalah berupa kemerahan kulit sekitar leher, tangan dan kaki dan terasa gatal. Alergi yang berat bahkan sampai mengakibatkan kulit melepuh walaupun kulit tertutup pakaian.

Penyebab alergi terhadap sinar matahari ini sampai sekarang belum diketahui, namun para dokter sepakat reaksi alergi ini timbul karena sinar matahari yang terpapar di kulit dianggap kulit sebagai benda asing, sehingga tubuh membentuk sistem pertahanan untuk melawan benda asing. Umumnya hal yang terkait alergi merupakan faktor keturunan

Dokter mengenal beberapa jenis alergi akibat sinar matahari yaitu :

1. Polymorphous light eruption (PMLE), gejalanya berupa :

    • Kemerahan, gatal dan rasa terbakar pada kulit kulit sekitar leher, tangan dan kaki
    • Setelah satu sampai dua jam akan di ikuti oleh gejala seperti sakit yaitu badan menggigil, sakit kepala, mual dan malaise.
    • Alergi yang berat bahkan sampai mengakibatkan kulit melepuh walaupun kulit tertutup pakaian.
    • Diderita sejak usia muda dan lebih banyak menyerang wanita dibanding pria

 

Pengobatannya adalah :

    • Hindari terapar sinar matahari
    • Kompres air dingin pada daerah kulit yang merah, gatal dan melepuh
    • Mintakan obat dari Dokter berupa antihistamine (diphenhydramine atau klorfeniramin) untuk menghilangkan gatal-gatal, atau krim yang mengandung kortison untuk kulit.

2.  Actinic prurigo (turunan PMLE), gejalanya berupa :

    • Umumnya menyerang mereka yang termasuk ras berkulit merah
    • Gejalanya lebih parah dari jenis pertama, dan terlokalisasi di daerah wajah, terutama di sekitar bibir.
    • Sering terjadi selama masa kanak-kanak atau remaja.

 

Pengobatannya adalah :

  • Obat dari Dokter berupa : kortikosteroid, thalidomide (Thalomid), PUVA, dan beta-karoten.

3. Photoallergic eruption, adalah alergi cahaya matahari pada kulit yang dipicu oleh adanya zat kimia yang dioleskan di kulit sebelumnya contohnya tabir surya atau obat-obatan tertentu yang diminum seperti obat KB, antibiotik, obat diuretik, obat anti cemas dll.

Alergi dapat terjadi setelah terkena sinar matahari atau gejala baru muncul kemudian berupa  gatal merah baik ruam atau lepuh kecil. Pengobatan dengan salep kortikosteroid. Dan alergi akan hilang jika pemakaian obat dihentikan

4.  Solar Urticaria, gejalanya berupa gatal dan benjolan kemerahan pada kulit yang tidak tertutup pakaian setelah beberapa saat terpapar sinar matahari. Paling sering menyerang wanita muda.

Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan oleh Bapak adalah :

  • Kenakan tabir surya berspektrum luas dengan minimum SPF 15 diseluruh badan terutama daerah yang terpapar sinar matahari. Kenakan juga di daerah bibir dan wajah minimum SPF 20
  • Hindari berada di luar ruangan pada jam 11 sampai jam 14 siang saat matahari terik
  • Kenakan topi, payung, kacamata hitam pakaian tertutup, kemeja lengan panjang, celana panjang untuk perlindungan tambahan
  • Konsultasikan dengan dokter bila mengkonsumsi obat-obatan tertentu yang diduga menjadi penyebab pencetus alergi cahaya matahari

Seperti umumnya penyakit alergi, maka kesembuhan sempurna jarang terjadi. Hindari terpapar sinar matahari dan pertahankan daya tahan tubuh untuk dengan makan sehat dan olahraga teratur.

Salam Sehat

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Menggaruk bagian kulit yang terkena dermatitis kontak dapat membuat kulit iritasi

Pilihan Obat Gatal untuk Dermatitis Kontak yang Mengganggu

Dermatitis kontak adalah penyakit kulit yang diakibatkan oleh iritasi suatu zat di kulit atau memicu reaksi alergi. Ada dua jenis dermatitis kontak, yaitu dermatitis kontak alergi dan dermatitis kontak iritan. Gejala yang muncul adalah gatal, kulit kering dan bersisik, ruam merah, kulit melepuh lecet, dan kulit pecah-pecah.