Bagaimana cara mengajarkan anak membaca?

TS Info Penanya: TS, Wanita, 29 Tahun
Dok saat ini anak saya baru mau masuk SD tapi belum bisa membaca. Apakah ini aman? Bagaimana cara yang mudah untuk mengajarkan anak membaca?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, FF.

Anak-anak akan mengalami perkembangan seiring bertambahnya usia, di antaranya kemampuan motorik kasar, motorik halus, dan kemampuan berbicara dan berbahasa. Perkembangan ini tidak baik untuk dipaksakan terlalu dini. Oleh karena itu, seorang ibu perlu mengetahui milestone untuk usia-usia anak.

Ketika anak berusia 3-5 tahun, idealnya anak mengembangkan kemampuan motorik halus, serta kemampuan berbicara dan berbahasa. Pada fase ini Anda dapat mengajarkan pre-reading skill dengan cara bermain. Misalnya mendengar kata yang memiliki rima, mengeja suku kata, mengucapkan beberapa kata yang mudah, serta menghubungkan titik-titik menjadi huruf.

Pada usia 6 tahun atau usia sekolah, bagian pusat baca di otak anak akan mulai berkembang, sehingga inilah saat yang tepat untuk anak belajar membaca dan menulis. Faktor yang memengaruhi kecepatan seorang anak membaca adalah kesiapan anak belajar, metode belajar yang digunakan, kecerdasan anak, dan keterlibatan orang tua.

Oleh karena itu, Anda dapat mendampingi anak belajar membaca setelah mengajarkan pre-reading skill pada tahun-tahun sebelumnya. Mulailah dari kata-kata yang singkat dan mudah, hingga akhirnya bisa merangkai kalimat sederhana. Sampai pada akhirnya, ketika anak berusia 7-8 tahun, anak mampu membaca pada tingkat lanjut.

Anda juga dapat berkonsultasi kepada dokter spesialis anak jika ingin berdiskusi lebih lanjut terkait perkembangan anak. Terima kasih, semoga bermanfaat.

 

Salam sehat,
dr. Sylvia 

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Waspadai bullying, yang bisa menyebabkan depresi pada anak Anda

Anak Anda Murung? Waspadai Gejala Depresi pada Anak!

Saat anak berubah menjadi murung, sedih, mudah marah, dan menarik diri dari pergaulan, maka Anda perlu waspada. Hal tersebut dapat menjadi tanda bahwa anak Anda mengalami depresi.