Bagaimana berhubungan yang tepat di masa ovulasi?

AN* Info Penanya: AN*, Wanita, 23 Tahun
Dok. Kn masa ovulasi sy tgl 26 nov. Sy berhubungan tgl 24-28 rutinItu mksdnya tgl 24-28 berhubungan stiap harii. Atao d kasih jeda 2hari sekali tiap mlm aja dokMohon pencerahannya.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi CDI,

Melanjutkan pembicaraan sebelumnya perihal waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar segera mendapat momongan, maka ketika masa ovulasi Anda di tanggal 26 November, maka sebaiknya melakukan hubungan seksual setiap hari di tanggal 24-28 November untuk memperbesar kemungkinan terjadinya kehamilan.

Namun selain memperhatikan waktu yang tepat ketika berhubungan seksual, Anda dan pasangan juga perlu memperhatikan hal-hal berikut ini :

  1. Posisi berhubungan seksual, hindari berhubungan seksual dengan posisi duduk atau berdiri.
  2. Setelah selesai berhubungan seksual, usahakan berbaring selama 15 menit dulu untuk memberi waktu sperma lebih lama di dalam vagina.
  3. Jaga berat badan seideal mungkin.
  4. Hindari merokok dan alkohol.
  5. Kurangi konsumsi kafein.
  6. Perbanyak asupan sayur, buah, protein.
  7. Kurangi stres.
  8. Cukup istirahat.
  9. Untuk suami tidak boleh berendam dengan air panas terlalu lama.
  10. Suami dapat meningkatkan kesuburan sperma dengan mengonsumsi suplemen asam D-aspartat.
  11. Jangan lupa untuk konsumsi asam folat untuk menghindari kecacatan janin.

Selamat mencoba tips-tips diatas, dan kami tunggu kabar baiknya.

Salam sehat,

dr. Vina

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
Dibalas oleh L
20 Nov 2019, 11:34
Sangat informatif, terima kasih dokter.
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Penyebab sperma encer dapat berupa infeksi, kekurangan nutrisi, atau terlalu sering ejakulasi

Bikin Kelabakan Kaum Pria, Kenali Penyebab Sperma Encer Berikut Ini

Sperma dan air mani sehat tentu idaman semua pria. Namun, ada kalanya berbagai kondisi terjadi pada cairan reproduksi tersebut, termasuk sperma encer. Penyebab sperma encer dapat bermacam-macam, mulai dari nutrisi, kebiasaan seksual, hingga infeksi tertentu.