Bagaimana berhenti pakai sabu dan obat penenang?

SB Info Penanya: SB, Pria, 28 Tahun
saya sudah pakai sabu kurang lebih 2 sampai 3 tahun selain itu saya juga terbiasa minum obat alphrazolam , xanax, dumolid, alganax, riklona, valisan saya mau tanya 1. apa obat seperti di atas yg dapat dibeli tanpa resep dokter, karena obat seperti diatas saya pakai ketika saya mulai drop 2. cara berhenti sabu secara mandiri
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang SB,

Obat yang Anda gunakan adalah obat penenang yang digunakan untuk mengatasi kejang ataupun gangguan psiksis seperti gangguan kecemasan atau anxietas. Obat ini tidak bisa dibeli tanpa resep, dan jika menggunakan resep dokter pun harus dokter spesialis jiwa karena maraknya penyalahgunaan penggunaan obat tersebut. Penggunaan obat-obatan ini tanpa resep dokter dapat termasuk pada penggunaan zat terlarang yang memiliki konsekuensi hukum. 

Jika saat ini memiliki kebiasaan atau ketergantungan pada obat tersebut dan sabu atau methaphetamin maka perlu segera berhenti menggunakannya. Karena penggunaan zat zat tersebut selain memiliki konsekuensi hukum juga bisa menimbulkan gangguan dan kerusakan organ salah satunya kerusakan pada otak

Untuk bisa berhenti perlu segera dilakukan evaluasi dan pemeriksaan pada dokter spesialis kejiwaan agar diperiksa dan dilakukan penanganan untuk bisa berhenti melalui rehabilitasi ataupun terapi subtitusi agar tidak berhenti secara tiba-tiba dan mendadak yang bisa menimbulkan sakau yang juga menimbulkan gejala yang dapat mengancam. Untuk itu diperlukan niat yang kuat dan juga dukungan orang terdekat agar bisa segera lepas dari ketergantungan pada zat-zat tersebut. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P.

SB
24 Oct 2019, 20:22
saya mau ke dokter spesialis kejiwaan mahal dok. saya termasuk orang mnrngah kebawahadakah cara lain
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Salah satu perbedaan psikolog dan psikiater adalah dalam cara menangani pasien

Sudah Tahu Perbedaan Psikolog dan Psikiater?

Gangguan psikologis perlu untuk segera ditangani karena berdampak pada kehidupan sehari-hari penderitanya. Salah satu caranya adalah dengan mengunjungi psikolog atau psikiater. Namun, perbedaan psikolog dan psikiater tidak hanya sekedar dari wewenang pemberian resep obat saja.