Badan Sering Terasa Dingin, Demam, dan Linu

AM Info Penanya: AM, Wanita, 22 Tahun
Sering ngerasa kedinginan, panas, terus badan linu semua, itu sakit apa ya dok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat Malam.

Terimakasih AM atas pertanyaannya kepada Tim SehatQ.

Nyeri badan disertai linu dapat merupakan gejala penyerta akibat demam. Penyebab demam sendiri dapat dibedakan menjadi demam kurang dari 7 hari dan lebih dari 7 hari. Serta pola demam juga berpengaruh untuk menentukan penyebab demam.

Demam kurang dari 7 hari dapat disebabkan oleh:

  1. Demam dengue
    Pada demam dengue, biasanya demam tinggi sepanjang hari. Biasanya pola demam mirip dengan pelana kuda, yaitu mulai reda saat hari ke 4-6 lalu kemudian meningkat kembali. Fase saat demam reda inilah yang patut diwaspadai. Dikhawatirkan terjadi perdarahan seperti mimisan, bab hitam, gusi berdarah, menstruasi banyak, dan bintik merah yang meluas.
  2. Demam Chikungunya
    Pada demam diakibatkan chikungunya biasanya disertai nyeri terutama pada persendian.
  3. ISPA
    Infeksi saluran pernapasan atas merupakan salah satu penyebab tersering lain dari demam. Biasanya disertai batuk ataupun nyeri menelan.

Masih banyak penyebab demam kurang dari 7 hari lainnya, biasanya terutama akibat virus.

Bila demam terus berlanjut lebih dari 7 hari, dapat diakibatkan oleh:

  1. Infeksi TB
    Infeksi TB dapat mengakibatkan demam terutama pada malam hari, penurunan berat badan, serta berkeringat pada malam hari. Patut diingat bahwa infeksi TB dapat menjangkit pada seluruh jaringan tubuh manusia. Sehingga infeksi TB belum tentu disertai dengan batuk.
  2. Malaria
    Demam malaria biasanya muncul hanya pada sore hari. Malaria sering muncul pada daerah endemik, seperti Jawa Bagian Selatan dan daerah Indonesia Timur.
  3. Keganasan atau Kanker
    Keganasan atau kanker juga dapat mengakibatkan demam. Demam biasanya sering muncul tidak jelas dan terjadi penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Biasanya disertai juga gejala lain tergantung organ yang terkena kanker.

Berikut penanganan awal yang dapat dilakukan:

  1. Istirahat yang cukup
  2. Pola makan seimbang 
  3. Dapat mengkonsumsi obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen.

Namun apabila, muncul gejala seperti:

  1. Demam lebih dari 3 hari
  2. Penurunan berat badan yang tidak jelas
  3. Disertai perdarahan seperti bab hitam, gusi berdarah mimisan dan bintik merah

Segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan terapi yang tepat.

Salam sehat,

dr. Annissa Fadila

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Anak berusia 6 bulan-5 tahun berisiko mengalami kejang demam

Seberapa Bahaya Kejang Demam pada Anak?

Saat mengalami kejang demam, anak akan menjadi kaku, mengejang, dan matanya terbelalak. Anak juga akan mengalami gangguan pernapasan. Kondisi ini dapat terjadi pada anak berusia 6 bulan-5 tahun, meski paling sering pada anak berusia 12-18 bulan. Akan tetapi, hanya sebagian kecil anak-anak yang mengalami kejang demam.