Apakah virus corona memang dibuat oleh manusia?

FF Info Penanya: FF, Wanita, 29 Tahun
Dok, kemarin saya dapat informasi dari socmed, katanya virus corona ini sengaja dibuat oleh manusia ya? Boleh tolong dikonfirmasi dok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang, F.

Virus corona adalah salah satu jenis virus baru yang ditemukan di kota Wuhan, China. Virus ini menyerang sistem pernapasan manusia dan menyebabkan keluhan demam tinggi, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, dan lemah. 

Virus ini awalnya ditemukan pada hewan seperti kelawar, reptil, hewan pengerat, dll. Lalu, penualarannya dari hewan ke manusia. Virus ini masih termasuk dalam keluarga besar virus yang menyebabkan MERS dan SARS. Pada dasarnya, virus bisa berubah karakter seiring berjalannya waktu. Sehingga, muncullah virus jenis baru dari keluarga coronavirus yaitu novel coronavirus 2019 (2019-nCoV). Jadi, virus ini bukan sengaja dibuat oleh manusia. Itu hanyalah mitos belaka. 

Walapun begitu, virus ini tidak boleh disepelekan karena sampai sekarang belum ditemukan pengobatan yang tepat jika terkena virus ini. Untuk itu, Anda harus melakukan pencegahan agar tidak terinfeksi virus ini. 

Pencegahan agar tidak terinfeksi virus corona, yaitu:

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.
  • Melakukan physical distancing.
  • Tidak memegang area wajah terutama mata, hidung, mulut.
  • Menggunakan masker.
  • Lakukan etika batuk dan bersin yang benar.
  • Tetap di rumah.
  • Membersihkan barang-barang yang sering disentuh dengan cairan disinfektan.
  • Melakukan pola hidup sehat: olahraga yang rutin, makan makanan yang bergizi, minum vitamin C, istirahat yang cukup, dan banyak minum air putih.

Salam sehat,

dr. Ester

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Tak peka bau dan rasa adalah ciri baru corona

Tak Peka Bau dan Rasa Merupakan Gejala Coronavirus Baru, Benarkah?

Tak peka bau dan rasa secara tiba-tiba belakangan ini disebut sebagai salah satu ciri baru terinfeksi virus corona. Hal ini disampaikan oleh beberapa dokter THT di Inggris.