Apakah virus corona bisa menyebar ketika berolahraga?

MY Info Penanya: MY, Wanita, 32 Tahun
Hai, Dokter.Saya baru saja baca berita tentang adanya suspect corona di salah satu bootcamp (pusat kebugaran) di kawasan Jakarta Selatan.Yang ingin saya tanyakan, sejauh mana risiko penyebaran infeksi virus corona terjadi di pusat kebugaran?Bagaimana mekanisme penyebarannya, Dok? Apakah melalui keringat dan kontak fisik?Atau lewat udara?Terima kasih, Dok
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat Pagi MY,

Virus corona atau COVID-19 adalah virus yang menyerang saluran pernapasan yang memiliki kemampuan penularan yang tinggi, dimana penularannya diketahui melalui cairan tubuh yang mengandung virus. Dalam hal ini penularan adalah melalui percikan ludah (droplet transmission) baik saat berbicara, batuk, bersin ataupun terkontaminasi melalui benda-benda yang terpapar percikan ludah tetapi bukan menyebar melalui udara (airborne transmission) sehingga penyebarannya tidak terbawa debu yang ada di udara.

Mengenai adanya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang diduga merupakan salah satu anggota pusat kebugaran.

Hal ini perlu menjadi pehatian tetapi perlu tetap tenang. Risiko penularan jika memang PDP tersebut positif terinfeksi memang ada, baik pada kontak erat seperti orang-orang yang berinteraksi atau kontak erat dengan PDP maupun bisa melalui benda-benda yang terkontaminasi apabila PDP tersebut batuk dan bersin tanpa menggunakan masker misalnya. Untuk keringat sendiri bukan sebagai sumber penularan sehingga jika kontak fisik kulit bertemu kulit yang berkeringat tidak menjadi sumber penularan.

Dalam hal ini tentunya pihak pusat kebugaran dan tempat umum lainnya juga perlu memperhatikan dan melakukan pencegahan. Salah satunya seperti yang sudah dilakukan yaitu melakukan pembersihan alat-alat kebugaran dengan disinfektan secara berkala, memberikan jeda waktu antar kelas sehingga bisa melakukan pembersihan setelah kelas sebelumnya dan kelas berikutnya. Juga bisa menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer. Pada beberapa tempat juga dilakukan prosedur pemeriksaan seperti misalnya pemantauan suhu tubuh baik pada anggota dan juga pegawai pusat kebugaran, sehingga apabila ada pegawai atau anggota yang demam bisa tidak beraktivitas sementara. Hal ini bisa membantu mencegah penularan tidak hanya infeksi corona tetapi risiko kesehatan lain.

Selain itu penting juga melakukan perlindungan atau pencegahan perorangan dengan cara:

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan setelah beraktivitas,
  • Hindari menyentuh wajah terutama mulut, hidung dan mata apabila belum mencuci tangan,
  • Jaga asupan makanan yang bernutrisi,
  • Tingkatkan daya tahan tubuh,
  • Pastikan cukup tidur dan istirahat serta cukup berolahraga.

Penggunaan alat pelindung diri seperti masker oleh WHO sendiri tidak sarankan pada orang sehat tetapi perlu digunakan salah satunya jika sedang mengalami gejala gangugan pernapasan seperti batuk, pilek dan bersin serta lakukan etika batuk dan bersin yang baik. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P.

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Penyebab benjolan di ketiak yaitu infeksi bakteri atau virus, limfoma, hingga pertumbuhan sel kanker

11 Penyebab Munculnya Benjolan di Ketiak yang Mungkin Pernah Anda Alami

Ketiak adalah salah satu bagian tubuh yang jarang diperhatikan, namun memiliki banyak masalah kesehatan. Salah satunya adalah benjolan. Penyebab benjolan di ketiak yaitu infeksi bakteri atau virus, limfoma, hingga pertumbuhan sel kanker.