Apakah terapi listrik aman untuk penderita stroke?

PJ Info Penanya: PJ, Pria
Dok,apakah terapi listrik aman untuk penderita stroke,tq
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi PJ,

Stroke merupakan gangguan terjadinya penurunan kemampuan neurologis akibat gangguan pada pembuluh darah otak, bisa terjadi karena penyumbatan di pembuluh darah otak ataupun pecahnya pembuluh darah otak. Hal ini bisa menimbulkan beragam gangguan pada organ tubuh lain salah satunya pada anggota gerak dimana seringkali timbul kehilangan kemampuan pada sebelah anggota tubuh akibat stroke.

Apabila serangan stroke sudah teratasi, maka setelahnya perlu dilakukan pemulihan agar penderita stroke bisa menjalankan aktivitas hariannya kembali salah satunya dilakukan fisioterapi untuk membantu mengembalikan kekuatan dan fungsi kelemahan anggota tubuh semaksimal mungkin. Fisioterapi sendiri dapat dilakukan melalui beberapa terapi dan cara salah satunya adalah menggunakan terapi stimulasi listrik transkuran atau TENS (Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation) yaitu terapi stimulasi menggunakan arus listrik bertegangan rendah untuk membantu merangsang gerakan otot, menurunkan kekakuan otot dan melatih untuk meningkatkan kemampuan keseimbangan dan gaya berjalan pada pasien pemulihan stroke.

Perlu diingat juga bahwa terapi ini perlu dilakukan dibawah pengawasan dokter spesialis rehabilitasi medis dan dilakukan oleh fisioterapis profesional menggunakan alat khusus dan tidak menggunakan alat listrik yang tidak aman. Untuk itu ada baiknya berkonsultasi pada dokter spesialis saraf  mengenai penanganan dan pengobatan pasca stroke dan dokter spesialis rehabilitasi medik untuk proses pemulihan pasca stroke yang sesuai dengan kondisi penderita stroke. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P. 

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Workaholic yang bekerja lebih dari 55 jam per minggu memiliki risiko 13% lebih besar terkena serangan jantung

Workaholic: Penelitian Membuktikan Bahwa Gila Kerja Bisa Sebabkan Mati Muda

Penelitian menunjukkan bahwa seorang workaholic bisa mengalami masalah yang lebih besar dari serangan jantung atau bahkan stroke.Terutama jika bekerja lebih dari 55 jam per minggu memiliki risiko 13% lebih besar untuk serangan jantung, dan 33% lebih menderita stroke.