Apakah saya terinfeksi sifilis?

AD Info Penanya: AD, Wanita, 24 Tahun
Dokter saya ingin bertanya. Pada tgl 6 maret 2020 saya melakukan test darah dan resultnya saya peroleh pada 10 maret 2020, dan menunjukkan hasil ROR/VDRL Positive reaktif titre 1:1. Tetapi TPPA negative. HIV juga negative. Namun sebelum saya melakukan test darah, saya pernah melakukan hubungan seks beresiko pada 4 maret dan juga 3 bulan sebelumnya yaitu sekitar november 2020. Tetapi dalam result tsb dituliskan" anticardiolipin antibodies may be useful to exclude underlying phospholipid disorder"
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat sore AD,

Sifilis adalah salah satu infeksi menular seksual yang sering menghantui bila Anda memiliki perilaku seksual yang tidak baik. Yang termasuk perilaku seksual tidak baik atau berisiko adalah bila Anda sering berganti-ganti pasangan seksual, terlebih tidak menggunakan kondom, atau berbagi mainan seks dengan orang lain secara bergantian.

Pada hasil lab yang Anda sampaikan tertera hasil yang reaktif, yang menandakan Anda memang mengidap sifilis.

Perihal hasil yang menyatakan "anticardiolipin antibodies may be useful to exclude underlying phospholipid disorder" artinya Anda memerlukan pemeriksaan lanjutan berupa cek ACA (anti cardiolipin antibodies) untuk menyingkirkan diagnosa gangguan fosfolipid atau sindrom antifosfolipid.

Pada sindrom antifosfolipid akan ditemukan gejala mudah memar di badan, lemas, kesemutan, gangguan konsentrasi, dll akibat darah yang mengental. Darah ini bisa mengental karena antibodi yang ada di tubuh malah menyerang diri sendiri.

Pada wanita penderita sifilis, gangguan autoimun (seperti lupus), HIV-AID, hepatitis C lebih berisiko untuk mengalami sindrom antifosfolipid tadi.

Sedangkan adanya sindrom antifosfolipid tersebut akan menyebabkan seseorang mudah mengalami :

  • DVT.
  • Emboli paru.
  • Ancaman keguguran saat hamil atau kelahiran bayi prematur.
  • Adanya jantung koroner.
  • Stroke.

Bila setelah pengecekan lanjutan ACA, benar Anda mengalami sindrom antifosfolipid maka dokter akan meresepkan obat antikoagulan untuk mencegah gumpalan tersebut.

Sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter penyakit dalam khusus hematologi untuk mengetahui secara pasti bagaimana kondisi Anda. Selain itu perlu merubah perilaku seksual Anda dan berobat ke dokter kulit dan kelamin untuk sifilisnya sendiri.

Salam sehat,

dr. Vina

 

 

 
Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Kenali gejala penyakit menular seksual pada pria sebelum terlambat

Kenali 5 Penyakit Menular Seksual pada Pria dan Gejalanya

Ternyata, berciuman juga dapat menjadi penyebab penyebaran penyakit menular seksual. Berikut penjelasannya.