Apakah salah satu efek dari penyakit gangguan saraf di mata adalah sering marah?

ME Info Penanya: ME, Pria, 2019 Tahun
Ayah saya memiliki penyakit gangguan saraf di mata...Apakah salah satu efek dari penyakitnya tersebut adalah sering marah...
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang MEM,

Mudah marah atau menjadi sering marah merupakan gangguan emosi dapat dipicu oleh beragam penyebab seperti misalnya karena depresi, cemas, atau pasca trauma. Kondisi ini dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan sosial, menderita penyakit tertentu seperti penyakit kronis atau penyakit yang menimbulkan menurunnya kemampuan fisik sesorang untuk dapat mengerjakan kegiatan sehari-harinya. Penyakit saraf mata sendiri tidak serta merta menjadi penyebab langsung ayah Anda menjadi sering marah tetapi penyakit saraf mata yang menganggu aktivitas sehari-hari dapat menjadi pemicu depresi yang membuat menjadi mudah marah, selain itu penyebab gangguan saraf mata sendiri juga bisa membuat emosi seseorang terpengaruh misalnya jika penyebabnya adalah adanya tumor atau massa yang menekan saraf di otak.

Upayakan manajemen amarah pada ayah Anda seperti dengan mencari tahu penyebab marah yang sering timbul, waspadai pemicunya dan hindari, mempelajari cara untuk menenangkan diri, dan temukan cara sehat untuk bisa mengalihkan amarah seperti misalnya melakukan kegiatan yang disenangi, dan juga jangan ragu untuk memeriksakan diri dan meminta bantuan profesional jika dirasa semakin sulit untuk mengendalikan emosi agar dilakukan pemeriksaan dan evaluasi oleh dokter ahli psikatri untuk penanganan lebih lanjut. Karena marah sendiri dapat menimbulkan sejumlah bahaya seperti misalnya dapat mempengaruhi kesehatan pikiran dan kesehatan jantung. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P.

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Di Indonesia, usia legal menikah masih jauh lebih muda, dibanding usia ideal menikah pada pria ataupun wanita

Ini Usia Ideal Menikah! Bisa Jadi Jawaban Kalau Ditanya, "Kapan Kawin?"

Usia legal menikah di Indonesia tergolong sangat muda, yaitu 16 tahun untuk perempuan dan 19 tahun untuk laki-laki. Padahal, usia ideal menikah sebenarnya jauh lebih tinggi, daripada usia tersebut. Pada saat menikah di usia muda, terdapat risiko seperti komplikasi saat hamil, hingga perceraian.