Apakah penyebab keluarnya cairan kecoklatan-kekuningan setelah masa nifas ?

SP Info Penanya: SP, Pria, 2019 Tahun
Selamat siang dok, istri saya melahirkan dibulan april sedangkan sekarang sudah menginjak 3 bulan atau 90 harian setelah itu sudah 60 hari sekitar itu masa nifas sudah tidak keluar tapi akhir2 ini keluar cairan kecoklatan, dan sekarang keluarnya agak kuning, itu kenapa dok?
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat pagi, SP.

Periode masa nifas (puerperium) adalah periode waktu selama 6-8 minggu setelah persalinan. Proses ini dimulai setelah selesainya persalinan dan berakhir setelah alat-alat reproduksi kembali seperti keadaan sebelum hamil/tidak hamil sebagai akibat dari adanya perubahan fisiologi dan psikologi karena proses persalinan.

Perubahan Fisiologis/normal Masa Nifas, antara lain :

Lokhea adalah ekskresi cairan rahim selama masa nifas. Lokhea berbau amis atau anyir dengan volume yang berbeda-beda pada setiap wanita. Lokhea yang berbau tidak sedap menandakan adanya infeksi.
Lokhea mempunyai perubahan warna dan volume. Lokhea dibedakan menjadi 4 jenis berdasarkan warna dan waktu keluarnya :

1) Lokhea rubra, Lokhea ini keluar pada hari pertama sampai hari ke-4 masa postpartum. Cairan yang keluar berwarna merah karena terisi darah segar, jaringan sisa-sisa plasenta, dinding rahim, lemak bayi, lanugo (rambut bayi), dan mekonium/feses bayi baru lahir.
2) Lokhea sanguinolenta, Lokhea ini berwarna merah kecokelatan dan berlendir, serta berlangsung dari hari ke-4 sampai hari ke-7 post partum.
3) Lokhea serosa, Lokhea ini berwarna kuning kecokelatan karena mengandung leukosit/sel darah putih, dan robekan atau laserasi plasenta. Keluar pada hari ke-7 sampai hari ke-14.
4) Lokhea alba, Lokhea ini mengandung leukosit/sel darah putih , sel desidua, sel epitel, selaput lendir
serviks, dan serabut jaringan yang mati. Lokhea alba ini dapat berlangsung selama 2-6 minggu setelah melahirkan. Lokhea yang menetap pada awal periode post partum/setelah melahirkan menunjukkan adanya tanda-tanda perdarahan sekunder yang mungkin disebabkan oleh tertinggalnya sisa atau selaput plasenta. Lokhea alba atau serosa yang berlanjut dapat menandakan adanya endometritis, terutama bila disertai dengan nyeri pada abdomen dan demam. Bila terjadi infeksi, akan keluar cairan nanah berbau busuk yang disebut dengan “lokhea purulenta”.

Jika berdasarkan pertanyaan bapak, harusnya periode masa nifas sudah terlewati. Saran saya sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan untuk memastikan penyebab dari keluhan istri anda. Apakah karena infeksi ataupun kondisi medis lainnya.

Beberapa tips yang dapat dilakukan selama di rumah :

  • Memelihara Kebersihan Perseorangan (Personal Hygiene)
    Kebersihan diri ibu membantu mengurangi sumber infeksi. Personal Hygiene yang bisa dilakukan ibu nifas untuk memelihara kebersihan diri tidak hanya mandi, tetapi juga menggosok gigi dan menjaga kebersihan mulut, menjaga kebersihan rambut dengan keramas, menjaga kebersihan pakaian, dan menjaga kebersihan kaki, kuku, telinga, mata dan hidung. Selain itu juga
    mencuci tangan sebelum memegang payudara, setelah mengganti popok bayi, setelah buang air besar dan kecil dan sebelum memegang atau menggendong bayi.
  • Membasuh area kewanitaan dengan air bersih setelah berkemih dan buang air besar. Area kewanitaan harus dalam keadaan kering dan dibersihkan dari depan ke belakanng. Ibu dianjurkan untuk mengganti pembalut setiap kali mandi, setelah buang air besar atau kecil atau setiap tiga sampai empat jam sekali.
  • Diet, makanan yang baik mempercepat penyembuhan ibu, makanan ibu juga sangat mempengaruhi air susu ibu. Makanan bergizi, cukup kalori, serta banyak mengandung protein, banyak cairan, sayur-sayuran dan buah-buahan. Ibu juga dianjurkan untuk mengkonsumsi multivitamin dan suplemen zat besi.

 

Semoga bermanfaat 

Salam sehat

dr. Supiah S.D Sangadji

 

(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Bakteri necrotizing fasciitis dapat dicegah dengan melakukan pola hidup sehat dan bersih

Cegah Bakteri Pemakan Daging dengan Perilaku Hidup Sehat!

Melakukan pola hidup sehat dan bersih akan mencegah terserangnya penyakit atau infeksi tertentu. Salah satu infeksi bakteri yang bisa dicegah dengan perilaku hidup sehat adalah necrotizing fasciitis atau bakteri pemakan daging.