Apakah penderita varikokel perlu menggunakan celana dalam khusus?

SS Info Penanya: SS
Hai dok, apakah penderita varikokel perlu menggunakan celana dalam khusus? Mohon informasinya ya dok, terima kasih.
Forum Jawab Doctor
Dijawab oleh

Selamat siang SS,

Varikokel adalah adanya pelebaran darah atau varises di area kantong buah zakar atau di area skrotum. Keluhannya bisa berupa adanya benjolan, rasa tidak nyaman di area kemaluan, skrotum atau kantung buah zakar bisa membengkak, nyeri yang hilang timbul.

Penyebab varikokel

Penyebab varikokel sendiri beragam, mulai gangguan pembuluh darah, kebiasaan mengangkat berat, batuk lama, penggunaan celana ketat dan lainnya. Untuk mengetahuinya bisa melakukan pemeriksaan mandiri dengan meraba bagian kantung buah zakar apakah ada benjolan atau terasa bengkak tidak.

Anda juga bisa memeriksakan diri pada dokter spesialis urologi untuk dipastikan kondisinya, nantinya akan dilakukan pemeriksaan USG terutama USG area skrotalis dan dilakukan pemeriksaan dengan USG doppler untuk melihat pembuluh darah di area skrotum. 

Penanganan varikokel sendiri dengan cara:

  • Dilakukan pembedahan
  • Dilakukan embolisasi utnuk menyumbat pembuluh darah yang bermasalah
  • Dilakukan varikokelektomi untuk menghilangkan pembuluh darah yang tidak normal

Jika tidak ditangani dengan baik, varikokel akan menimbulkan rasa nyeri, bengkak sampai gangguan kesuburan. Untuk itu segera perikakan ya. Untuk celana khusus sendiri bisa gunakan celana yang tidak ketat, untuk celana dalam sendiri hindari yang ketat atau berbahan panas, bisa pilih model boxer dibanding model brief. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

dr. Adhi P.

Postingan membutuhkan waktu beberapa saat untuk tampil
(maks. 500 karakter)

Artikel Terkait

Ada banyak fakta dan mitos mengenai penis dan ereksi keras

7 Fakta dan Mitos Ereksi Keras dan Penis yang Mencengangkan

Ada banyak mitos dan fakta terkait penis dan ereksi keras yang beredar di masyarakat. Beberapa fakta seperti sejak bayi, laki-laki dapat mengalami ereksi bahkan sejak janin namun hal tersebut disebabkan karena adanya respons alamiah tubuh bukan stimulus seksual.